Pasca Kebakaran, Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka November

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. instagram.com

    Pendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. instagram.com

    TEMPO.CO, Boyolali - Setelah hampir sebulan menahan rindu pada keindahan panorama dari puncak gunung Merbabu, mulai 1 November 2018, para pendaki sudah diperbolehkan mendaki lagi gunung berketinggian sekitar 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. 

    Meski sempat terjadi kebakaran hutan sebanyak dua kali pada medio bulan ini, masa penutupan jalur-jalur pendakian di gunung yang cukup populer di Jawa Tengah itu tak diperpanjang. Durasinya tetap sesuai dengan jadwal semula. 

    "Penutupan jalur-jalur pendakian tetap sesuai jadwal, dari 8 - 31 Oktober. Sesudah itu, seluruh jalur pendakian dibuka seperti biasa," kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Edy Sutiyarto pada Senin, 29 Oktober 2018.

    Seperti pernah diberitakan, penutupan Gunung Merbabu itu dilakukan untuk kegiatan perbaikan dan pemeliharaan jalur-jalur pendakian. Sebab, saat itu sejumlah titik jalur pendakian dinilai cukup berbahaya. 

    "Trap-trapnya longsor karena tergerus sehingga licin dan membahayakan bagi pendaki," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan pada bulan lalu. Karena adanya titik-titik kritis di jalur pendakian, banyak ditemukan alur baru yang dinilai mengancam kelestarian edelweis.

    Selama Gunung Merbabu ditutup untuk segala aktivitas wisata dan pendakian, tercatat ada dua peristiwa kebakaran hutan. Kebakaran pertama di kawasan Dukuh Gunungan, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, pada Jumat, 12 Oktober. Kebakaran di lahan seluas 15 hektare di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) 2 Resor Selo BTNGMb itu dapat segera dipadamkan.

    Kebakaran kedua terjadi di hutan sisi barat wilayah Getasan, Kabupaten Semarang, pada Ahad, 14 Oktober. Upaya pemadaman kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari itu juga melibatkan helikopter untuk bom air (water-bombing). "Lahan yang terbakar sekitar 400-an hektare," kata Edy.

    Menurut Johan, dua peristiwa kebakaran hutan tersebut tidak menghalangi kegiatan pemeliharaan dan perbaikan jalur-jalur pendakian selama masa penutupan Gunung Merbabu. "Justru momentumnya pas, kebakaran terjadi saat Gunung Merbabu ditutup (tidak ada pendaki)," kata Johan.

    DINDA LEO LISTY (Boyolali)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Muatan Limbah Beracun Di Markas Tentara

    Delapan markas tentara di Jawa Timur telah menjadi tempat penimbunan bahan berbahaya dan beracun.