Revitalisasi Sungai Citarum Tak Bisa dengan Pendekatan Kekuasaan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toilet milik warga yang berada di sepanjang sungai Citarum sebelum memasuki Laut Jawa di sebelah barat laut Muara Gembong, Jawa Barat, 22 Februari 2018. REUTERS/Darren Whiteside

    Toilet milik warga yang berada di sepanjang sungai Citarum sebelum memasuki Laut Jawa di sebelah barat laut Muara Gembong, Jawa Barat, 22 Februari 2018. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Manado - Deputi Bidang Koordinator SDM, Iptek, dan Kebudayaan Kementerian Bidang Kemaritiman Maritim Safri Burhanudin menyebutkan revitalisasi Sungai Citarum, Jawa Barat, menghadapi tantangan besar terkait dengan aspek penghijauannya.

    “Kalau untuk membersihkan Citarum itu 1-2 tahun cukup, tapi penghijauan di sekitarnya membutuhkan waktu lebih lama lagi," kata Maritim Safri Burhanudin di Manado, Sabtu, 27 Oktober 2018. Dia mengungkapkan hal itu di sela acara Rembuk Nasional Gerakan Indonesia Bersih.

    Safri mengatakan program penghijauan tersebut berupaya merevitalisasi Sungai Citarum sekaligus mengubah budaya masyarakat agar makin peduli dengan kebersihan dan kelestarian sungai. Saat ini, program tersebut sudah berjalan dengan melibatkan peran masyarakat dan mahasiswa kuliah kerja nyata dari berbagai kampus di Jakarta dan Jawa Barat.

    Dia mengatakan pelibatan masyarakat akan makin efektif dalam merevitalisasi Citarum. Sebelumnya, program sejenis yang diterapkan di sungai terpanjang di Jawa Barat itu lewat pendekatan kekuasaan. "Gerakan Indonesia Bersih ini bentuknya bukan perintah dengan pendekatan kekuasaan, tapi mengubah kebiasaan dengan melibatkan masyarakat.”

    Berdasarkan pengalaman, pendekatan kekuasaan tidak akan berlangsung secara berkelanjutan. Jika terjadi pergantian tampuk kekuasaan, budaya bersih itu bisa berhenti. "Bisa bersih itu penyampaiannya tidak bisa secara kekuasaan, kita harus menggandeng komunitas. Mereka yang menjaga langsung," kata Safri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Istilah Unicorn yang Disebut Jokowi Saat Debat Menghadapi Prabowo

    Unicorn yang disebut Jokowi, pada Debat Pilpres menghadapi Prabowo, mengacu pada empat start up, yaitu Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia.