Produk Wisata Indonesia ikut Semarakkan Festival Belanja Alibaba

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benteng Tolukko kini menjadi salah satu tempat wisata di Ternate, Maluku Utara. Foto ini dibuat pada Mei 2010. TEMPO/Rully Kesuma

    Benteng Tolukko kini menjadi salah satu tempat wisata di Ternate, Maluku Utara. Foto ini dibuat pada Mei 2010. TEMPO/Rully Kesuma

    TEMPO.CO, Beijing - Sejumlah produk Indonesia turut menyemarakkan festival belanja dalam jaringan yang digelar Alibaba Group pada 11 November 2018. Diantara produk tersebut terdapat juga informasi wisata Nusantara yang bersama produk lain tergabung di Paviliun Indonesia.

    Dalam festival belanja yang di China sudah memasuki tahun ke ini, Alibaba memang meluncurkan Paviliun Indonesia. Paviliun ini berisi promosi produk Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan informasi pariwisata Nusantara,  demikian pernyataan yang dikeluarkan Kedutaan Besar RI di Beijing, Senin, 22/10.

    Produk-produk tersebut bisa diakses melalui aplikasi Tmall dan Tabao. Di ajang tersebut, produk Indonesia dijual secara daring bersama 180 ribu produk China dan negara lain dengan harga diskon.

    Evolusi dan pesatnya perkembangan festival belanja ini menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem Alibaba tidak mengenal waktu dan menjangkau semua unsur e-commerce, demikian pernyataan CEO Alibaba Daniel Zhang saat peluncuran Festival Belanja 11-11 di Beijing, Jumat, 19/10.

    Platform belanja Tmall yang dikelola Alibaba menawarkan 500 ribu item barang yang bisa dipesan mulai Sabtu, 20/10, dan konsumen sudah bisa mengakses kupon promosi melalui aplikasi Tmall dan Taobao di telepon seluler.

    Aplikasi tersebut juga menyediakan 3.700 barang yang diimpor dari 75 negara, termasuk Indonesia. Tmall World, AliExpress, dan Lazada akan diakses ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

    Platform belanja Lazada yang bermarkas di Singapura turut mengadakan festival tersebut di Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Festival belanja selama 24 jam yang digelar Alibaba pada 2009 berhasil membukukan penjualan senilai 7,8 juta dolar AS.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?