Medan Sulit, Heli Dikerahkan Atasi Kebakaran Gunung Merbabu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tim evakuasi gabungan melintas di jalur pendaki Gunung Merapi dengan berlatar belakang Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. Sedikitnya 160 pendaki berada di Gunung Merapi saat erupsi terjadi, dan sejanjutnya pendakian Gunung Merapi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    Sejumlah tim evakuasi gabungan melintas di jalur pendaki Gunung Merapi dengan berlatar belakang Gunung Merbabu di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, 11 Mei 2018. Sedikitnya 160 pendaki berada di Gunung Merapi saat erupsi terjadi, dan sejanjutnya pendakian Gunung Merapi ditutup hingga batas waktu yang belum ditentukan. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter pengebom air untuk memadam kebakaran di kawasan Gunung Merbabu Provinsi Jawa Tengah.  "Medannya sulit, kita tak bisa memadamkan dari darat. Satu satunya jalan melalui udara," kata kata Kepala BNPB Willem Rampangilei usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 15/10.

    Willem menyatakan sudah berkoordinasi dengan Menteri LHK. “Kami sudah mengirimkan helikopter untuk water bombing."

    Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu sisi barat di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah terbakar pada Minggu sore. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan kebakaran terjadi di atas basecamp Thekelan-Wekas, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.

    Sebanyak 185 personel sudah diterjunkan pada Senin untuk melakukan pemadaman. Tim ini tediri dari sejumlah unsur, yakni petugas Taman Nasional Gunung Merbabu, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Magelang, dan sukarelawan.

    Sekitar pukul 12.00 WIB api sudah bisa dipadamkan, tapi pada pukul 12.12 WIB terpantau titik api di atas Desa Genikan, Kecamatan Ngablak. Tim langsung menuj lokasi kebakaran baru, dan berhasil meredam nyala api.

    Tetapi, kata Edy, pada pukul 12.30 WIB kembali muncul titik api baru di dekat pemancar milik TNI yang sudah tidak digunakan. Sampai sekarang kobaran si jago mera belum berhasil dipadamkan.

    Willem menyebutkan untuk sementara hanya satu helikopter yang dikerahkan,  namun jika dibutuhkan lebih banyak akan dikerahkan lagi. "Kalau kurang kita tambah."

    Belum diperoleh keterangan apakah jalur pendakian Gunung Merbabu ditutup akibat amukan kebakaran ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.