Senin, 17 Desember 2018

Sarapan Kaya Serat, Nasi Uleng Plus Pecel di Gunungkidul

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olahan khas Gunungkidul ini dikenal sebagai sego uleng atau nasi uleng, perpaduan nasi dengan gaplek, biasa disajikan dengan wader goreng, pecel atau gudeg. (Instagram @pasarningrong)

    Olahan khas Gunungkidul ini dikenal sebagai sego uleng atau nasi uleng, perpaduan nasi dengan gaplek, biasa disajikan dengan wader goreng, pecel atau gudeg. (Instagram @pasarningrong)

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiwul sudah menjadi ciri dari kuliner di Gunungkidul. Olahan dari singkong tersebut menjadi pengganti nasi di daerah yang memiliki dengan deretan pantai indah ini.

    Proses pengolahannya cukup panjang. Mulai singkong dikupas, kemudian dijemur hingga kering dan namanya pun berubah menjadi gaplek. Tak berhenti sampai sini, singkong kering ini ditumbuk menjadi butiran lebih halus. Sehingga enak dikunyah. Ketika hendak disantap, tinggal dikukus. Inilah yang dikenal sebagai tiwul. 

    Ternyata, tiwul pun punya turunannya. Salah satunya, sego uleng nasi uleng. Yang satu ini sesuai dengan namanya, masih ada unsur nasi. Cuma, memang dicampur dengan gaplek.

    Menu ini pada jaman dulu disajikan ketika persediaan beras sudah menipis. Sehingga beras pun diolah dicampur dengan gaplek. Biasanya kompisisinya antara gaplek dengan beras biasanya sebanding. Gaplek yang sudah dihaluskan biasanya dikukus selama 30 menit. Perpaduan beras dengan gaplek ini membuat nasi uleng lebih kaya serat dibanding nasi, dan lebih tinggi proteinnya ketimbang gaplek. 

    Nah, nasi uleng bisa dipadukan dengan wader goreng atau ikan goreng khas Daerah Istimewa Yogya, atau sayuran seperti pecel dan gudeg. Tentunya, jangan lewatkan sambalnya. Bikin sedap rasanya bila paduan ini lengkap. 

    Baca Juga: 

    Wisata Gunungkidul Dinilai bisa Menyaingi Bali

    Tip Mengemas Oleh-oleh Gurita Segar dari Pantai Gunungkidul 

    Menu sarapan  kaya serat ini tentunya cukup mengenyahkan. Kini, pedagang olahan khas ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Gunungkidul. Salah satunya di Pasar Ningrong yang buka setiap hari Sabtu dan Minggu di Jalan Baron KM 6, Mulo, Wonosari.

    Berada di lokasi wisata, pasar model jadul ini buka pada 13-14 Oktober antara pukul 06.00-12.00. Selain nasi uleng yang dipadu dengan pecel, masih banyak pilihan menu lokal lain di destinasi digital ini. Tentunya sarapan di sini seru karena  bisa sembari menikmati aneka atraksi budaya, dan usai makan bisa menjajal aneka permainan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".