Senin, 22 Oktober 2018

Terserang Badai, Lima Pendaki Korea Selatan Hilang di Himalaya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Evakuasi di Desa Leddar (4200mdpl), Pegunungan Himalaya, Nepal, 16 Oktober 2014. Foto: Rahardjo untuk Tempo

    Evakuasi di Desa Leddar (4200mdpl), Pegunungan Himalaya, Nepal, 16 Oktober 2014. Foto: Rahardjo untuk Tempo

    TEMPO.CO, Nepal - Sebanyak lima orang pendaki gunung asal Korea Selatan, serta empat pendaki lain dan seorang porter Nelap dilaporkan hilang di kawasan Himalaya. Peristiwa itu terjadi saat badai menghantam kamp mereka di sisi barat Nepal.

    Pejabat dari Departemen Pariwisata Nepal Rameshwar Niraula mengatakan, badai menghantam kelompok di base camp Gunung Gurja di ketinggian 7.913 meter pada Sabtu, 13/10. Pejabat itu mengatakan kamp tersebut saat ini sudah porak poranda.

    Wangchu Sherpa, kepala Trekking Camp Nepal yang memberikan dukungan lokal kepada tim Korea Selatan  mengatakan bahwa kamp tersebut dalam kondisi hancur. Hal itu dia ketahui dari pilot helikopter yang melakukan pencarian,

    Niraula tidak mengungkapkan nama para pendaki atau porter yang hilang, dan tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang insiden itu. Ini adalah kelompok terbesar yang mengalami kecelakaan pendakian di Nepal dalam dua tahun terakhir.

    Daerah ini terletak sekitar 216 km (130 mil) barat laut dari Kathmandu, yang merupakan tempat Dhaulagiri, gunung tertinggi ketujuh di dunia berada.

    Wangchu Sherpa  mengatakan helikopter penyelamat yang dikirim untuk mencari pendaki tidak bisa mendarat karena jarak pandang yang buruk. "Operasi penyelamatan terus berlanjut dan kami berusaha untuk menemukan korban," kata dia.

    Nepal adalah lokasi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Gunung Everest. Saat ini adalah puncak musim pendakian di Himalaya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.