Senin, 22 Oktober 2018

Tak Ada Erupsi, Berikut 6 Fakta Menarik Gunung Salak

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wisatawan memasuki kawasan Bumi Perkemahan Citalahab di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa barat, (11/10). Kawasan yang berubah menjadi Taman Nasional semenjak 1992 ini memiliki luas sekitar 40.000 ha. Taman Tempo/Fardi Bestari

    Seorang wisatawan memasuki kawasan Bumi Perkemahan Citalahab di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun-Salak di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa barat, (11/10). Kawasan yang berubah menjadi Taman Nasional semenjak 1992 ini memiliki luas sekitar 40.000 ha. Taman Tempo/Fardi Bestari

    Juga diajarkan bagaimana membuat perangkap untuk menjerat binatang yang bisa dikonsumsi. Para peserta akan menginap di hutan dan membuat makanan yang dimasak dengan api unggun.

    Adapun arena berkemah tersedia di kawasan Batu Tapak, hutan lindung Bukit Cangkuang, Desa Cidahu. Di area ini banyak bebatuan besar yang bisa jadi arena berswafoto.

    Kawasan Batu Tapak, yang berkonsep cagar alam dengan pepohonan damar nan lebat--terhampar di sepanjang lereng, tebing, dan bukit--merupakan hutan lindung.

    Kawasan ini  kaya dengan keanekaragaman hayati dan menjadi rumah berbagai jenis burung dan biota lain.

    5. Tradisi Seren Taun

    Di desa Giri Jaya, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, terdapat tradisi yang berumur ratusan tahun, Seren Taun, nama perayaan ini. Perayaan dilakukan selain sebagai ungkapan syukur dalam masyarakat adat Sunda atas hasil panen, juga merupakan tradisi menutup tahun sekaligus membuka tahun baru dalam kalender Jawa, biasanya pada Kamis Wage dan Jumat Kliwon.

    Uniknya, perayaan ini dilakikan di sebuah desa terpencil di ketinggian 1.200 meter di sisi timur Gunung Salak.

    6. Oleh-oleh khas lereng Gunung Salak

    Di lereng gunung Salak, tepatnya di Kecamatan Pamijah, Kabupaten Bogor, terdapat oleh-oleh khas Gunung Salak, yakni aneka kripik dan makanan ringan yang gurih, renyah dan alami. Kripik ini terbuat dari bahan-bahan pertanian lokal setempat.

    Penganan itu diusahakan oleh Kelompok Usaha Bersama Posyandu Berdaya (KUB Posdaya) di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Makanan ringan itu diproduksi dari bahan-bahan lokal yang ada di sekitar, misalnya ketela, isang dan tepung terigu. Produk tersebut dikemas menarik dengan merk dagang "Cia-Cia!". 

    MAHARDIKA | SUNUDYANTORO | ANTARA | WKIPEDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.