Senin, 22 Oktober 2018

Saat Traveling Orang Indonesia Suka Dadakan Pesan Hotel, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi traveling bersama teman.

    Ilustrasi traveling bersama teman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Google Indonesia menemukan sejumlah karakteristik khas orang Indonesia ketika traveling atau berwisata. Orang Indonesia, dalam temuan mereka, lebih suka memesan hotel saat mendekati hari keberangkatan.

    "Karena platform pemesanan mudah diakses, jadi perencanaan (liburan) pun instan," kata Manajer Industri Google Indonesia, Zulfi Rahardian, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa, 9/10.

    Berdasarkan riset mereka terhadap laman pencarian "Search" periode Juli 2017-Juli 2018, Google Indonesia menemukan 24 persen konsumen memesan hotel sehari sebelumnya atau bahkan kurang dari sehari. Kesukaan itu tak berubah juga saat musim liburan. Sebanyak 32 persen dari yang diteliti, memesan hotel sehari sebelumnya.

    Menurut Zulfi, kecenderungan ini didukung oleh penggunaan platform mobile serta perkembangan teknologi yang membuat platform pemesanan hotel bisa diakses cepat dan juga terpercaya. "Booking hotel saat menit-menit terakhir ini karena kemudahan platform mobile," kata Zulfi.

    Wakil Direktur Pemasaran Traveloka, Kurnia Rosyada, memberikan pandangan yang berbeda. "Mungkin karena sudah familiar dengan destinasi tersebut," kata dia di acara yang sama.

    Kebiasaan pesan hotel mendadak mungkin akan berubah jika saatnya berwisata ke tempat yang jauh, misalnya ke luar negeri. Dalam hal ini konsumen sudah merencanakan perjalanan sejak lama, termausk dimana tempat tinggal selama berlibur.

    Temuan Google lainnya, orang Indonesia menghabiskan waktu 13 hari untuk mencari hotel berlibur, sebelum memutuskan memesan kamar. Angka ini, menurut Zulfi, berbeda di setiap Negara. Jepang misalnya membutuhkan waktu 22 hari sementara Australia 16 hari.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.