Selasa, 23 Oktober 2018

Turis Sudah Lupakan Gempa, Kunjungan Wisata ke Lombok Meningkat

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gili Trawangan. TEMPO/Supriyantho Khafid

    Gili Trawangan. TEMPO/Supriyantho Khafid

    TEMPO.CO, Mataram - Kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan wisata Senggigi dan Gili Tramena (Trawangan-Meno-Air), Lombok, mulai mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kunjungan turis ke daerah itu terpuruk selama hampir dua bulan sejak terjadinya gempa dahsyat M 7,0 pada Ahad 5 Agustus 2018 malam,

    General Manager Pearl of Trawangan (PoT) Hotel Vicky Hanoi mengatakan wisatawan yang datang ke Lombok sudah mencapai 40 persen dari ketersediaan kamar hotel/penginapan berbagai kategori. ''Ini termasuk menggembirakan," katanya, Sabtu, 6 Oktober 2018 sore.

    Ia menyebutkan kedatangan turis via Bali yang menumpang tujuh perusahaan fast boat (kapal cepat) sejak akhir September 2018 lalu rata-rata mencapai 600-700 orang per hari ke Gili Tramena, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Mereka datang dari arah Serangan Benoa, Padangbai atau Nusa Lembongan-Nusa Penida, Bali.

    Untuk meningkatkan kedatangan wisatawan tersebut PoT setiap akhir pekan mengajak pegiat media dari Jakarta maupun Bali melihat kondisi terakhir. ''Kami sudah ready melayani turis yang datang. Yang terpenting ada listrik, air bersih dan juga tersedia makanan,'' ujar Vicky Hanoi.Suasana Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tempo/SUPRIYANTHO KHAFID

    Yang berada di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) pun juga mulai menggembirakan. Wisatawan nusantara maupun mancanegara sudah mulai berdatangan ke Senggigi. Pekan terakhir ini wisatawan yang datang kebanyakan dari Cina. Selain itu ada juga dari Belanda, Singapura, dan Aljazair.

    Mereka menikmati panorama alam Senggigi seakan-akan tidak pernah terjadi bencana besar di tempat itu sebelumnya. ''Mengembirakan keadaannya sekarang," kata Juru bicara Pemerintah Kabupaten Lobar Saipul Ahkam.

    Di Kila Hotel, dari 166 kamar yang ada, sudah mulai terisi 40 persen. Selain itu di hotel ini juga telah beberapa kali diadakan perheletan cukup besar.  Salah satunya adalah kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition) oleh PT SRI, produsen ban FDR. Saat itu hadir 350 orang. ''Di pantai digelar bazar,'' ucap Director of Sales and Marketing Kila Hotel, Sang Sadikin.

    SUPRIYANTO KHAFID (Mataram)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.