Senin, 22 Oktober 2018

Dongkrak Kunjungan, Menpar Angkat Pariwisata Perbatasan Atambua

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tarian Likurai dipersembahkan saat peresmian Destinasi Digital Pasar Pasir Putih di Atambua, Nusa Tenggara Timur pada 5 Oktober 2018. (Kemenpar)

    Tarian Likurai dipersembahkan saat peresmian Destinasi Digital Pasar Pasir Putih di Atambua, Nusa Tenggara Timur pada 5 Oktober 2018. (Kemenpar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya akan meningkatkan potensi pariwisata perbatasan (cross border tourism) pada  2019 dalam upaya mencapai target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus).

    Jika pada  2018 ini pariwisata perbatasan diperkirakan menyumbang 18 persen dari total kunjungan wisman, maka  tahun depan ditargetkan naik menjadi 20 persen atau sekitar 3,4 juta dari total 20 juta target wisman.

    Salah satu daerah yang dibidik untuk bisa menyumbang banyak wisatawan mancanegara lewat perbatasan ini adalah Atambua, Nusa Tenggara Timur yang bersebelahan dengan negara Timor Leste. "Kita ingin jadikan Atambua sebagai destinasi utama cross border tourism setelah Kepri (Kepulauan Riau)," ujar Arief Yahya.

    Arief Yahya mengatakan, keunggulan utama Atambua sebagai kekuatan pariwisata cross border tourism di Indonesia karena berbatasan darat dengan Timor Leste. Perjalanan wisatawan yang bisa ditempuh melalui melalui darat relatif mudah dilakukan dibanding dengan perjalanan wisatawan melalui udara atau laut. Karena itu Menpar menyarankan agar pihak-pihak terkait seperti Custom, Immigration, Quarantine and Security (CIQS) mempermudah wisatawan untuk masuk ke Indonesia.

    Baca Juga: Pancing Wisatawan, Nusa Tenggara Timur Gelar Festival Cross Border

    Menurut Arief Yahya, pendapatan tertinggi yang bisa didapatkan ketika para wisatawan atau warga negara tetangga membelanjakan uangnya di Indonesia. "Untuk amenitas juga cenderung mudah. Kita dorong di Belu atau Atambua ini mengedepankan konsep nomadic tourism karena relatif murah dan mudah dipindah-pindah. Nanti kita akan undang investor untuk nomadic tourism ini," ujarnya.

    Sementara untuk atraksi, Menpar  melihat Atambua, dan NTT umumnya, memiliki peluang besar untuk terus menciptakan atraksi yang dapat menarik minat wisatawan baik yang berbasis alam, budaya dan wisata buatan.

    Arief Yahya mengatakan, sama seperti daerah lainnya di Indonesia, Atambua memiliki ragam keindahan alam serta kekuatan budaya yang bisa dibikin menjadi daya tarik, di antaranya Tari Likurai yang sudah mendunia usai dipentaskan di upacara pembukaan Asian Games 2018 atau kain tenun yang indah.

    Potensi pariwisata perbatasan akan ditingkatkan di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan, di antaranya Festival Cross Border Atambua 2018 yang digelar 4-5 Oktober 2018. (Kemenpar)

    Selain itu, ia juga menyebutkan, yang juga bisa dilakukan adalah menghadirkan acara-acara besar berskala nasional ataupun internasional di Atambua. Seperti yang saat ini sedang dijalankan dan didukung Kementerian Pariwisata di antaranya Konser Musik Cross Border Atambua, Festival Wonderful Indonesia dan Festival Fulan Fehan yang masuk dalam Top 100 Calender of Event Nasional Kemenpar. 

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, wisman asal Timor Leste pada periode Januari hingga Juli 2018 sudah mencapai 1.005.600. Artinya, terjadi kenaikan sebesar 89,16 persen atau 531.600 wisman dibanding periode yang sama tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.