Senin, 17 Desember 2018

Akhir Pekan Seru di Pasar Van der Capellen Tanah Datar

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menu sarapan di Pasar Van Der Capellen Tanah Datar, Sumatera Barat di antaranya ketupek gulai paku. (Instagram pasarcapellen)

    Menu sarapan di Pasar Van Der Capellen Tanah Datar, Sumatera Barat di antaranya ketupek gulai paku. (Instagram pasarcapellen)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedang berada di Tanah Datar, Sumatera Barat? Jangan lewatkan atraksi baru di Batusangkar. Setelah mencermati Istana Pagaruyung, coba mengarah ke Fort Van Der Capellen. Jarak dari istana lawas itu hanya sekitar 4 kilometer. 

    Setiap hari minggu, ada kerumunan yang menarik di benteng peninggalan Belanda tersebut yang telah berusia hampir 2 abad itu. Yakni, Pasar Van Der Capellen yang baru dibuka 30 September 2018. Digelar setiap hari Minggu, jadi bisa disambangi besok bila Anda berada di Tanah Datar.

    Tema yang diangkat adalah pasar jadul, seperti yang juga dimunculkan di beberapa kota di Pulau Jawa. Kebetulan, lokasinya tepat, jadi suasana lawas terasa kental di pasar yang buka antara pukul 07.00 hingga 12.00 itu.

    Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Tentunya ada spot menarik untuk berfoto seperti yang wajib dilakukan wisatawan di mana pun saat ini. Pengelola menciptakan spot yang instagrammable. Selain itu ada juga berbagai permainan jaman dulu yang bisa dijajal kembali.

    Suasana di Pasar Van der Capellen Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat. Transaksi menggunakan koin Capellen. (Instagram @pasarcapellen)

    Yang utama tentunya menikmati aneka kuliner khas Minang. Nah, untuk bertransaksi ada mata uang khusus, yakni koin Capellen. Koin ini bisa didapat dengan menukar di meja panitia. Satu koin bernilai Rp 2.500. Ada berbagai pedagang di bawah payung dari bambu dengan pilihan beragam.

    Ingin menu sarapan yang mengenyangkan, jangan lewatkan yang khas seperti katupek gulai paku. Potongan ketupat dengan gulai pakis, nikmat nian rasanya. Ingin lebih ringan ada bubur khas Minang yang manis. Ada juga lamang tapai yang bisa dibeli dengan 2 koin Capellen.

    Pilihan lain, nasi padeh yang ini merupakan khas Nagari Tuo Pariangan yang berada di kaki Gunung Merapi. Rasanya memang sangat pedas, dengan ciri lain yakni aroma rempah yang kuat.

    Sala Lauak merupakan jajanan yang tidak boleh dilewatkan di Pasar Van der Capellen Batu Sangkar, Tanah Datar. Berbahan tepung beras dan ikan plus bumbu, gurih dan garing rasanya. (Instagram @pasarcapellen)

    Ada banyak jajanan yang tentunya menggoda, salah satunya yang unik adalah sala lauak. Tak lain dari bola-bola rasa ikan. Berbahan utama tepung beras dan ikan asin, plus bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, cabai merah, plus garam. Jadi rasanya gurih dan renyah. Paling asyik dinikmati saat masih panas. Dijamin, tak berhenti ingin mengunyah sepanjang berada di sini. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.