Senin, 17 Desember 2018

Festival Karawo Gorontalo Ditunda karena Solidaritas Palu

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan) berbincang bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kedua kiri saat menghadiri pembukaan Festival Boalemo di Pantai Bolihutuo Boalemo, Gorontalo, 10 September 2015. ANTARA FOTO

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan) berbincang bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (kedua kiri saat menghadiri pembukaan Festival Boalemo di Pantai Bolihutuo Boalemo, Gorontalo, 10 September 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Gorontalo - Pemerintah Provinsi Gorontalo menunda pelaksanaan Festival Karawo 2018 sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palu, Sulawesi Tengah yang menjadi korban gempa dan Tsunami. Festival yang semula dijadwalkan 6 Oktober itu digeser menjadi 20 Oktober 2018.

    Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengatakan saat ini sebagian pemerintah dan masyarakat Gorontalo masih berfokus membantu penanganan korban gempa dan tsunami tersebut. "Bencana di Sulteng belum sepekan, tidak elok jika kita warga Gorontalo menggelar festival di situasi seperti ini," kata dia, di Gorontalo, Kamis, 4/10.

    Festival Karawo merupakan bagian dari kegiatan pariwisata nasional, yang telah dijadwalkan beberapa bulan sebelumnya. "Duka Palu dan sekitarnya adalah duka kita. Tidak hanya pemerintah, tapi juga seluruh masyarakat yang aktif menggalang bantuan bahkan terjun langsung ke lokasi sebagai relawan."

    Pada 6 Oktober2018, gubernur bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pimpinan OPD akan mengantarkan bantuan untuk korban gempa ke Palu.

    Selain direncanakan bertemu dengan Gubernur Sulteng Longki Janggola, Rusli akan meninjau posko bantuan dan bertemu dengan korban gempa di pengungsian.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".