Pengelolaan Raja Ampat Mendapat Apresiasi Dunia Internasional

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan menyaksikan pemandangan di Kawasan objek wisata  Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Selain gugusan pulau menonjol (Limestone), di Kawasan ini pengunjung juga dapat berenang atau menyelam. TEMPO/Hariandi Hafid

    Sejumlah wisatawan menyaksikan pemandangan di Kawasan objek wisata Balbulol, Distrik Misool Timur, Raja Ampat, Papua Barat, 25 April 2015. Selain gugusan pulau menonjol (Limestone), di Kawasan ini pengunjung juga dapat berenang atau menyelam. TEMPO/Hariandi Hafid

    TEMPO.CO, Sorong - Negara-negara yang tergabung dalam keanggotaan kerja sama regiona Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Secutity (CTI-CFF) mengapresiasi pengelolaan kawasan konservasi perairan Raja Ampat, Papua.

    Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Andi Rusandi mengatakan pemerintah Indonesia bersama negara anggota CTI-CFF usai membahas pengelolaan kawasan konservasi perairan di masing-masing, terutama kawasan bintang laut yang merpakan segitiga terumbu karang dunia.

    Dalam lokakarya tersebut masing-masing negara menyampaikan konsep pengelolaan konservasi di negaranya. Lalu mereka menerima masukan dan saran agar pengelolaan lebih efektif.

    Selesai lokakarya di Kota Sorong, utusan negara-negara kelompok kerja konservasi kawasan perairan atau The Marine Protected Area Working Group (MPAWG) diajak berkunjung ke kawasan konservasi perairan Kabupaten Raja Ampat.

    Di lokasi perwakilan anggota CTI-CFF diberikan pun diberi kesempatan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Di kawasan konservasi perairan Raja Ampat itu mereka menggali informasi tentang pengelolaan kawasan wisata tersebut.

    Andi mengatakan perwakilan negara tetangga mengagumi dan memberikan apresiasi terhadap pengelolaan kawasan konservasi oleh pemerintah dan masyarakat adat. Bahkan, kata dia, beberapa negara tertarik mengadopsi sistem pengelolaan kawasan yang dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Raja Ampat.

    Pemerintah terus berupaya mencari konsep-konsep pengelolaan kawasan konservasi perairan yang baik, yang memberikan peningkatan ekonomi masyarakat namun di satu sisi alam tetap lestari. "Harapan kami kawasan konservasi perairan di Kabupaten Raja Ampat yang merupakan segitiga terumbu karang dunia, menjadi kawasan perairan percontohan bagi negara-negara lain di dunia," ujarAndi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.