Senin, 17 Desember 2018

Kerang Hijau dan Upaya Pelestarian Air Laut Teluk Jakarta

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ancol menjalankan sebuah program jangka panjang yang diberi nama Ancol Intertidal Conservation, Asian Green Mussel Reef Restoration. Program ini berupaya untuk mengembalikan kualitas air laut dengan menggunakan biota Green Mussel atau kerang hijau sebagai filter alami. (dok Ancol)

    Ancol menjalankan sebuah program jangka panjang yang diberi nama Ancol Intertidal Conservation, Asian Green Mussel Reef Restoration. Program ini berupaya untuk mengembalikan kualitas air laut dengan menggunakan biota Green Mussel atau kerang hijau sebagai filter alami. (dok Ancol)

    INFO TRAVEL-- Teluk Jakarta merupakan wilayah perairan dangkal yang terletak di utara Provinsi DKI Jakarta. Di teluk ini, bermuara 13 sungai yang membelah Kota Jakarta. Pencemaran yang terjadi di sungai oleh limbah domestik, baik rumah tangga maupun industri, berakibat menurunnya kualitas air laut di Teluk Jakarta. Lebih lanjut, kondisi ini berpotensi menyebabkan terjadinya ledakan plankton atau lebih parah lagi menyebabkan terjadinya red tide yang diikuti penurunan oksigen secara tiba-tiba.

    Pantai Ancol yang berada di Teluk Jakarta sedikit banyak terpengaruh hal tersebut. Sebagai wilayah pesisir, Ancol merupakan habitat alami dari beberapa jenis biota laut, seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, ubur-ubur, baronang, kerapu, ganggang laut, serta berbagai jenis lainnya. Keberadaan biota ini kurang optimal karena kualitas air laut yang kurang baik.

    Hal ini tentu saja apabila terus didiamkan akan semakin memburuk dan mengancam kelestarian wilayah pesisir, khususnya pariwisata pantai satu-satunya di Jakarta. Walau tidak mudah, upaya pelestarian atau pengembalian kualitas air laut sudah sepatutnya dilakukan demi keberlangsungan ekosistem pesisir yang lebih baik.

    Sebagai pengelola destinasi wisata Ancol Taman Impian, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk tidak tinggal diam. Melalui tim konservasi, Ancol menjalankan sebuah program jangka panjang yang diberi nama Ancol Intertidal Conservation, Asian Green Mussel Reef Restoration. Program ini berupaya mengembalikan kualitas air laut menggunakan biota green mussel atau kerang hijau sebagai filter alami.

    Mengadaptasi dari beberapa kampanye yang sudah dilakukan pada banyak teluk di belahan dunia, kemampuan kerang hijau memfilter air laut bukanlah isapan jempol belaka. Menurut penelitian dari The University of Waikato pada 2013, seekor kerang hijau dewasa dapat membersihkan atau memfilter air sebanyak 2-3 liter per jam. Hal ini telah dibuktikan dengan percobaan yang dilakukan tim konservasi Ancol. Kerang hijau sebanyak 5 kilogram dapat membersihkan 50 liter air laut dalam waktu satu jam.

    Tahap awal program ini adalah menanam bibit kerang hijau di beberapa titik di wilayah pantai Ancol. Masing-masing kelompok bibit diberi tanda berupa balon merah, yang disebut Marker Buoy. Kemudian evaluasi dan monitoring rutin dilakukan setiap Minggu. Hal ini untuk mengetahui titik mana saja yang dapat ditumbuhi kerang hijau dengan baik.

    Tahap selanjutnya menanam bibit kerang hijau lebih banyak lagi pada lokasi yang memang terbukti cocok sehingga populasi kerang hijau dapat tumbuh dengan subur. Diharapkan populasi kerang hijau yang meningkat secara otomatis dapat meningkatkan pula kapasitas kerang hijau dalam memfilter air laut, sehingga secara perlahan kualitas air laut di sekitarnya dapat membaik atau setidaknya menahan laju penurunan kualitas air laut.

    Program ini memang belum akan terlihat hasilnya dalam dua atau tiga tahun ke depan, tapi membutuhkan waktu hingga 20-30 tahun kemudian. Namun upaya kecil ini merupakan langkah nyata kepedulian Ancol terhadap pelestarian keberlangsungan ekosistem pesisir di teluk Jakarta. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.