Sabtu, 17 November 2018

Ini 5 Festival Budaya yang Menarik di Bulan Oktober

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penari melakukan persiapan sebelum di gelar festival tari kolosal Gandrung Sewu di kawasan pantai Bobin, Banyuwangi, (11/17) Sebanyak 1200 penari ikut meramaikan Gandrung Sewu sebagai bagian dari Banyuwangi Festival 2012. TEMPO/Fully Syafi

    Sejumlah penari melakukan persiapan sebelum di gelar festival tari kolosal Gandrung Sewu di kawasan pantai Bobin, Banyuwangi, (11/17) Sebanyak 1200 penari ikut meramaikan Gandrung Sewu sebagai bagian dari Banyuwangi Festival 2012. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gemar berlibur sembari menikmati berbagai atraksi budaya? Bila belum mempunyai rencana di bulan Oktober, bisa pilih salah satu dari kelima festival budaya yang digelar di bulan ini di berbagai daerah, dari Sumatera hingga Papua. 

    1. Festival Kerinci
    Festival yang sebelumnya dikenal sebagai Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci ini direncanakan digelar antara 3-7 Oktober 2018 di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

    Tak hanya menjadi ajang promosi, festival ini juga mengetengahkan pelestarian dalam pariwisata Kerinci. Beragam wisata yang dimiliki daerah yang di kaki Gunung Kerinci ini seperti wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya hingga kuliner.

    Sebelum pembukaan yakni pada 2 Oktober akan digelar Kerintji Mountain Bike Cross Country di Sirkuit Alam Kayu Aro. Sementara pembukaan pada 3 Oktober akan dipusatkan di seputar Danau Kerinci.

    Wisatawan menikmati keindahan Danau Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, 26 September 2016. Danau ini berada di ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut. TEMPO/Amston Probel

    2. Festival Pesta Budaya Asmat
    Festival di Kabupaten Asmat di Papua tahun ini diadakan 4-9 Oktober 2018 dengan tema Kumandangkan Lagu dan Tifa. Lagu memang menjadi nyawa dari pesta Asmat.

    Beragam kerajinan masyarakat akan dimunculkan dalam festival. Seperti anyaman, ukiran, perahu, dan lain-lain. Melalui sebuah seleksi telah terpilih sebanyak 214 ukiran 75 anyaman dan 6 kelompok tari dan kelompok manuver perahu yang akan ambil bagian dalam festival yang telah digelar selama 30 tahun ini. 

    3. Festival Gandrung Sewu
    Festival ini telah digelar sejak 2012. Tari Gandrung yang merupakan tari tradisional khas Banyuwangi ini melambangkan rasa syukur setelah panen raya. Tahun ini akan digelar pada 20 Oktober di Pantai Boom dan melibatkan 1.000 penari dan dikabarkan melibatkan koreografer ternama Eko Supriyanto.

    4. Festival Keraton Nusantara
    Tahun ini Festival Keraton Nusantara digelar di Sumenep, Pulau Madura dengan jadwal 13-18 Oktober. Akan dihadiri oleh perwakilan dari 50 keraton/kesultanan dari berbagai daerah di Indonesia. Di Sumenep sendiri, berdiri keraton dan peninggalannya masih terawat hingga kini. Acara yang digelar berupa kirab agung prajurit keraton, upacara adat keraton, pagelaran busana keraton, serta pameran benda pusaka keraton.

    Para penari perempuan dengan membawa gendang kecil dalam membawakan tari Likurai di Festival Likurai Timor-Belu 2017. (kebudayaan.kemdikbud.go.id

    5. Festival Likurai Timor-Belu
    Festival ini menyuguhkan tari kolosal khas Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Tari Likurai di masa lalu dilakukan untuk menyambut pahlawan dari medan perang. Namun kemudian lebih banyak digelar untuk upacara adat dan lain-lain. Tahun ini digelar pada 27-28 Oktober di puncak bukit Fulan Fehan, Kabupaten Belu. Karena itu dikenal juga sebagai Festival Fulan Fehan.

    Berada di perbatasan dengan Timor Leste, festival budaya ini juga melibatkan penari Likurai dari negara tetangga tersebut. Penari yang dilibatkan mencapai ribuan orang. Para pria membawa pedang sedangkan kaum perempuan membawa gendang kecil.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.