Gurih dan Wanginya Bubur Sop, Kuliner Khas Pandeglang

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olahan khas Pandeglang, bubur sop yang berasa gurih. (Dok.Kemenpar)

    Olahan khas Pandeglang, bubur sop yang berasa gurih. (Dok.Kemenpar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bubur dengan tambahan berupa sayuran ternyata tak hanya menjadi ciri khas dari Manado, Sulawesi Utara. Di Pandeglang, Banten pun ada hidangan serupa. Dikenal sebagai bubur sop.

    Hidangan khas ini memang perpaduan dua menu, bubur dan sop. Tak hanya hadir berupa bubur polos, dalam olahan dari beras ini juga ditambahkan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk pembuatan sop. Yakni, kol, wortel, kacang panjang, tauge dan daun melinjo.

    Bumbunya, selain bawang putih dan merica juga ditambah dengan air rebusan ikan (pindang) dan bawang merah yang dicampur dengan terasi. Paduannya, berupa tahu kuning dan pilus kunir. Terbayang kan aromanya wangi dan sedap!

    Menteri Pariwisata Arief Yahya mencicipi bubur sop khas Pandeglang saat mengunjungi Pasar Kolecer di Cipanon, Pandeglang, 28 September 2018. (Dok.Kemenpar)

    Menu tersebut biasanya dihidangkan bukan sebagai hidangan utama, melainkan untuk pengganjal perut sebelum makan siang. Dan hidangan inilah yang dicicipi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat mampir ke Pasar Kolecer di Cipanon, Pandeglang.

    Pasar Kolecer adalah sebuah bazar yang diikuti oleh beberapa pengusaha lokal dan menghadirkan sejumlah produk khas Banten, baik kuliner khas provinsi ini maupun kerajinan tangan. Salah satunya kuliner yang bisa ditemukan di sini adalah  bubur sop Pandeglang.

    Baca Juga: 

    100 Layang-layang Keren Akan Hiasi Langit Tanjung Lesung

    Wisata Air di Pandeglang

    Selain di Pasar Kolecer, penjual bubur sop ini bisa ditemukan dengan mudah di setiap daerah di Provinsi Banten, termasuk di kawasan wisata Pantai Carita. Jadi, jangan lewatkan menu gurih ini bila berlibur ke Pandeglang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.