Jepara Mendapat Kunjungan Para Dubes, Batik Jepara pun Dilirik

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proses pembuatan karya mebel ukir di sentra industri mebel Jepara di Senenan, Jepara, Jateng, Rabu (29/5). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Proses pembuatan karya mebel ukir di sentra industri mebel Jepara di Senenan, Jepara, Jateng, Rabu (29/5). ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 31 duta besar dan perwakilan diplomat negara sahabat mengikuti Diplomatic Tour 2018 di Jepara, Jawa Tengah, Jumat lalu. Tentunya, kedatangan mereka diharapkan bisa mempromosikan potensi daerah pesisir ini.

    "Kabupaten Jepara memiliki aneka potensi mulai dari mebel ukir, gebyok ukir, rotan, tenun ikat troso, monel, hingga produk lainnya sehingga layak dipromosikan ke luar negeri," kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi.

    Ia berharap tur diplomatik 2018 yang diikuti 31 dubes dan perwakilan diplomat negara sahabat tersebut nantinya menjadi agenda rutin karena dengan jalinan silaturahmi secara berkesinambungan sangat besar manfaatnya.

    Dubes Kazakhstan Askhat Orazbay mengaku terkesan dengan Kabupaten Jepara yang memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan. Ia pun optimistis dengan beragam potensi yang dimiliki tersebut, menjadikan Jepara sebagai kabupaten yang patut diperhitungkan dan mampu bersaing.

    Baca Juga: 

    Kehijauan di Sabana Rawa Pening Semarang 

    Seni Membatik di Sebatang Rokok dengan Ampas Kopi Lelet di Lasem

    "Kami akan menginformasikan bahwa kota yang terbesar tidak hanya Jakarta tetapi Jepara merupakan sebuah potensi kota yang menjadi kota yang besar," ujarnya.

    Apalagi, kata dia, banyaknya produk unggulan yang ada di Jepara, baik sumber daya alam, pariwisata dan budaya, serta berbagai macam produksi olahan. Selain itu, ia menyebutkan  para dubes juga akan berusaha untuk menginformasikan kepada para kolega-koleganya di luar negeri serta merealisasikan hubungan dengan Pemkab Jepara

    Peserta tur juga diajak melihat proses pengerjaan batik khas Jepara dan seni kerajinan relief dengan mengambil lokasi Batik Nalendra Galery yang berada di Kelurahan Panggang, Kabupaten Jepara.

    Di lokasi tersebut, mereka disuguhkan berbagai macam koleksi yang ada, mulai foto Raden Ajeng Kartini, kerajinan gebyok khas Jepara, batik Jepara, dan berbagai macam koleksi lainnya. Beberapa duta besar tertarik untuk membatik di atas kain putih yang sudah disediakan.

    Pemilik Nalendra Galery Jatmiko merasa senang dan bangga atas kunjungannya, mengingat ini merupakan momen langka yang jarang ditemui di Kabupaten Jepara.
    "Kami berharap batik Jepara semakin terkenal," ujarnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?