Aksi Atraktif Penyanyi di Jazz Gunung Ijen

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan penyanyi Andien di panggung Jazz Gunung Ijen yang diadakan di amfiteater Taman Gandrung Terakota di Jiwa Jawa Resort, Banyuwangi. (banyuwangikab.go.id)

    Penampilan penyanyi Andien di panggung Jazz Gunung Ijen yang diadakan di amfiteater Taman Gandrung Terakota di Jiwa Jawa Resort, Banyuwangi. (banyuwangikab.go.id)

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Di tengah hawa dingin pegunungan yang menyergap, penyanyi jazz, Andien mampu menciptakan nuansa kehangatan bagi para penonton Jazz Gunung Ijen di larut malam pada Sabtu, 22 September 2018. Penonton diajak bernyanyi dan berdansa mengiringi delapan lagu yang dibawakan olehnya. Keharuan dan kecerian pun datang silih berganti saat Andien menyanyikan lagu-lagu lawas hingga single terbarunya.

    Deretan lagu seperti Gemintang, Milikmu Selalu, Rindu Ini, hingga Indahnya Dunia dibawakan Andien dengan menawan. Kemeriahan mendadak hadir saat Andien turun ke deretan kursi penonton untuk mengajak mereka berdendang bersama. “Sangat menyenangkan bisa tampil di Jazz Gunung Ijen. Ini adalah kesempatan yang sudah saya tunggu sejak lama,” kata Andien yang malam itu juga tampil enerjik meski dalam balutan gaun panjang.

    Bagi Andien kedatangannya di Banyuwangi untuk kedua kalinya ini juga terasa spesial karena menjadi nostalgia saat berbulan madu di Kota The Sunrise of Java ini. "Ini sangat menyenangkan bisa kembali lagi di Banyuwangi. Dulu saat honeymoon di Gunung Ijen, jadi destinasi kami juga beberapa tempat di Banyuwangi," kata Andien.

    Baca Juga:  Taman Gandrung Terakota, Ikon Baru Pariwisata Banyuwangi

    Perhelatan Jazz Gunung Ijen tahun ini memang terasa spesial. Venue jazz mengambil lokasi amfiteater di kawasan Taman Gandrung Terakota di Jiwa Jawa Resort. Amfiteater ini menawarkan pemandangan dengan latar belakang kawasan persawahan berupa ratusan patung penari Gandrung, tarian khas Banyuwangi, yang tersebar di lahan persawahan di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl).

    "Tadinya saya kira saya sudah mendatangi banyak tempat di Banyuwangi. Tapi datang ke tempat ini rasanya saya belum melihat apa-apa di kota ini. Sangat mengesankan," kata Andien yang datang bersama suami dan putranya. Andien mengaku sebelumnya sudah banyak mendengar tentang acara musik yang terselenggara untuk ketiga kalinya ini.
    "Begitu dapat tawaran tampil saya langsung bersedia, karena saya sudah bisa merasakan vibe-nya, suasananya bakal kayak gimana .Jadi gak pake pikir panjang," ujarnya.

    Sebagai penampil pamungkas sekaligus yang paling ditunggu oleh penonton milenial malam itu, Andien pun sukses memuaskan para penggemarnya.

    Baca Juga: Keelokan Banyuwangi yang Memberi Inspirasi Fira Basuki

    Selain Andien, ada juga Shadow Puppets feat Marcell Siahaan, serta musisi jazz senior Mus Mujiono dan Idang Rasjidi. Shadow Puppets bersama Marcell tampil dengan sederet tembang lawas, salah satunya berjudul Nonton Bioskop yang pernah populer dibawakan Bing Slamet dalam balutan jazz yang asyik. Mereka juga membawakan lagu baru Marcell dan lagu hitsnya seperti Semusim dan Jangan Pernah Berubah. "Dinginnya Ijen harus saya lawan dengan gerakan lincah. Biar suasana jadi hangat," ujar Marcell yang tampil atraktif.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.