Dubrovnik, antara Kerumunan dan Ketenangan

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota tua Dubrovnik di Kroasia terlihat indah di sore hari. Kota ini semakin diburu wisatawan dari Eropa dan benua lainnya. (Instagram @con_luxury_travel dubrovnik)

    Kota tua Dubrovnik di Kroasia terlihat indah di sore hari. Kota ini semakin diburu wisatawan dari Eropa dan benua lainnya. (Instagram @con_luxury_travel dubrovnik)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dubrovnik sudah lama memang dilirik wisatawan Eropa sebagai tujuan liburan. Dari London, kota tua di Kroasia ini bisa dicapai dengan penerbangan dua jam. Demikian juga dari Paris, penerbangan nonstop sekitar 2 jam 15 menit.

    Kota tua Dubrovnik  yang telah dianugerahi UNESCO sebagai warisan dunia menjadi salah satu hal yang menjadi daya tarik wisatawan untuk terbang atau berlayar ke kota yang dikelilingi pulau ini.

    Beberapa tahun terakhir lonjakan kunjungan wisatawan terus terjadi, ternyata membuat warga merasa tak nyaman. Marc van Bloemen yang tinggal di Dubrovnik sejak kecil menyebutkan sekarang kota yang dulu tenang itu kini tak nyaman karena dipenuhi wisatawan di mana-mana.

    Kapal-kapal pesiar pesiar juga berlabuh setiap hari dengan jumlah turis hingga ribuan. Orang-orang memenuhi jalan-jalan kota tua yang di kiri-kanannya berderet gereja-geraja abad pertengahan dan juga istana. Lantas, para pengemar serial Game of Thrones pun berburu lokasi-lokasi penggambilan gambar film tersebut di kota ini. “Seperti mimpi buruk bagi kami,” ujar Marc van Bloemen.

    Dubrovnik menjadi contoh dari fenomena mass tourism, di mana jumlah kunjungan terus meningkat sementara destinasi merupakan kota kecil dengan kapasitas terbatas. Pemerintah setempat pun berusaha menjaga agar kota pun tak mengalami kerusakan dengan datangnya ribuan wisatawan setiap hari. 

    Satu hari di Dubrovnik ada 8 kapal pesiar yang singgah, artinya dalam satu hari itu ada wisatawan datang berjumlah 2.500 orang. “Kami seperti tinggal di tengah-tengah Disneyland. Dan turis pun tidak bisa lagi merasa suasana kota,” ujar Marc seperti dikutip dari AP.

    Jumlah turis yang meningkat memang diakui Romana Vlasic, Ketua Badan Pariwisata Dubrovnik. Hingga saat ini, tercatat 800 ribu turis datang ke kota ini sejak awal 2018. Jumlah ini meningkat 4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. 

    Seorang wisatawan yang hiking ke bukit-bukit di Dubrovnik, memandang kota tua di Kroasia itu dari ketinggian. (dubrovnikwalkingfestival.com)

    Sebenarnya, untuk menikmati Dubrovnik ada berbagai cara. Tak harus berkerumun di jalan-jalan yang menawarkan suasana khas kota tua di abad pertengahan. Ada banyak kegiatan yang bisa dijajal. Seperti yang diluncurkan oleh pariwisata Dubrovnik berupa Dubrovnik Walking Festival pada 1-7 Oktober 2018. Festival ini dirancang agar wisatawan bisa melihat sisi lain dari Dubrovnik, dan menjauh dari kerumunan turis. 

    Baca Juga: 

    5 Pantai di Kroasia untuk Menghabiskan Liburan Musim Panas

    Seperti dikutip dari situs croatia.hr, dalam festival ini wisatawan akan dibawa ke perbukitan, mendapatkan udara yang lebih segar dan suasana yang tenang. Lebih dekat dengan alam, dan lebih merasakan kebebasan sembari tetap melihat kota tua Dubrovnik dari sisi yang lain. Kegiatan ini tentu tak kalah asyiknya daripada berdesakan di jalan-jalan kecil di kota. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.