Museum Ini Wajib Dikunjungi di Pulau Samosir; Museum Hutabolon

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Sigale-gale untuk pertunjukan khusus di Museum Hutabolon, Simanindo, Samosir. (shutterstock.com)

    Patung Sigale-gale untuk pertunjukan khusus di Museum Hutabolon, Simanindo, Samosir. (shutterstock.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Museum Hutabolon di Pulau Samosir, Sumatera Utara  menjadi objek wisata yang wajib didatangi bila wisatawan berlibur ke pulau yang berada di Danau Toba ini.  Maklum, ini lah salah satu museum yang cukup lengkap menyimpan peninggalan Suku Batak Toba dan dilengkapi pula dengan pertunjukan tradisional Sigale-gale. Berlokasi di Desa Simanindo, Ambarita, Kabupaten Samosir.

    Dari Dermaga Tomok, tempat kapal-kapal feri berlabuh, jaraknya sekitar 20 kilometer. Atau bisa dicapai dalam 30 menit. Museum berupa rumah adat Batak Toba. Bangunan ini peninggalan dari Raja Sidauruk yang sejak 1969, yang kemudian dibuka untuk umum.

    Di tersimpan berbagai perlengkapan Suku Batak Toba di masa silam. Koleksinya berupa beragam kain ulos, ada beragam motik. Setiap motif mempunyai makna tersendiri, bahkan juga dengan kesempatan yang berbeda. Semisal untuk acara pesta, kelahiran, kematian, dan lain-lain. Ada juga perlengkapan memasak dari jaman jadul. dan perlengkapan sehari-hari seperti untuk berkebun. Juga senjata yang digunakan di masa lalu, termasuk hasil pahatan jadul.

    Salah satu barang khas Batak kuno yang menarik yaitu  tungkot. Zaman dahulu, penduduk setempat menggunakannya untuk berkelahi. Kayu penuh ukiran ini sebenarnya juga memiliki fungsi dalam sihir hitam. Selain itu, pengunjung bisa menyimak silsilah keluarga yang memiliki garis patrilineal dalam Suku Batak.

    Para penari yang ambil bagian dalam pertunjukan Sigale-gale di Museum Hutabolon, Simanindo, Samosir. (Shutterstock.com)

    Di bagian dalam 10 rumah adat Batak Toba. Uniknya terdapat 10 tanduk kerbau di atas atapnya. Menunjukkan 10 generasi dalam marga Batak. Di bagian inilah biasanya digelar pertunjukan Sigale-gale. Tarian boneka kayu dengan iringan musik tradisional dan para penari. Setiap harinya, pertunjukan ini digelar dua kali, yakni  pada pukul 10.30 dan pukul 11.45, kecuali hari Minggu hanya satu kali yakni pukul 11.45. Kebanyakan memang turis asing yang ikut menonton, bahkan di akhir pertunjakan pun dengan semangat ikut menari tortor. 

    Baca Juga: 

    4 Lokasi Belajar Sejarah Batak Toba di Pulau Samosir

    Merinding Dengar Cerita Algojo di Huta Siallagan Pulau Samosir

    Museum  buka setiap hari dari pukul 09.00. hingga pukul 17.00, dengan tiket masuk per orang Rp 30 ribu, namun untuk wisatawan yang juga ingin menonton pertunjukan boneka kayu Sigale-gale, ada paket tiket seharga Rp 50 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.