5 Promosi Wisata Indonesia di Berbagai Benua

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maestro tari Didik Nini Thowok, tampil memeriahkan acara Indonesian Weekend! yang digelar di Taman Potters field, London. Masyarakat Indonesia di London menggelar Indonesian Weekend! yang merupakan festival budaya Indonesia yang terbesar di Inggris. Sadika Hamid

    Maestro tari Didik Nini Thowok, tampil memeriahkan acara Indonesian Weekend! yang digelar di Taman Potters field, London. Masyarakat Indonesia di London menggelar Indonesian Weekend! yang merupakan festival budaya Indonesia yang terbesar di Inggris. Sadika Hamid

    TEMPO.CO, Jakarta - Hingga pertengahan bulan September, ikhtiar promosi wisata Indonesia di luar negeri giat dilaksanakan. Ajang itu digelar berbagai pihak, ada yang dari Kedutaan Besar atau komunitas tertentu.

    Promosi wisata ini digelar di benua Eropa dan Asia dan masing-masing mengangkat tema berbeda. Berikut 5 ajang promosi wisata yang digelar tersebut.

    1. Festival Kebudayaan Indonesia di Azerbaijan

    Ratusan ribu masyarakat Azerbaijan diklaim menikmati pertunjukan seni Indonesia yang ditampilkan pada Festival Kebudayaan Indonesia (ICF). Perhelatan ini digelar oleh Kedutaan Besar Indonesia di Baku pada 13-16 September 2018.

    Pernyataan dari Kedutaan Besar Indonesia yang diterima di Jakarta, Senin, 17/9, menyebutkan alunan musik khas Indonesia sangat diminati masyarakat Azerbaijan. Mereka ikut bernyanyi dan menari bersama para seniman pada penutupan ICF yang digelar di lapangan Founten Square di Kota Baku.

    Seorang pengunjung dari kota setempat, Heygun mengatakan lagu-lagu Indonesia yang dibawakan oleh sejumlah seniman sangat menarik. Dia mengaku sebelumnya pernah mendengar lagu-lagu khas Indonesia dari internet. “Tapi malam ini saya mendengar dan melihat langsung,” kata dia. Malam itu tampil musisi senior, yakni  Dwiki Darmawan, Ita Purnamasari, dan Amelia Ong. Lalu ada juga musik gambus.

    Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie menyebutkan ICF sangat dinantikan oleh masyarakat Azerbaijan. "Mereka ingin tahu tentang Indonesia.”

    Menurut dia, ICF memberi opini positif tentang Indonesia di tengah masyarakat Azerbaijan, dan membuktikan bahwa Indonesia semakin dikenal di salah satu negara Kaukasus tersebut.

    ICF 2018 diikuti oleh beberapa kementerian, antara lain, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Agama

    2. Festival Colourful Indonesia, Paris

    KBRI Paris bekerja sama dengan Indonesia Diaspora Network France akan mengelar Festival Colourful Indonesia (FCI) 2018 pada 22-23 September mendatang. Perhelatan kali ini mengangkat tema Ranah Minang, maka segala hal berbau Minang akan ditampilkan.

    Festival, antara lain, akan menampilkan sajian kuliner Minang, interior desain rumah tradisional, hingga penampilan penyanyi Elly Kasim dan kesenian oleh kelompok Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Pada seksi Maison Indonesienne atau Rumah Indonesia, pengunjung bisa menikmati suasana rumah tradisional Indonesia.

    Keterangan pers yang dikeluarkan pada Rabu, 19/9, menyebutkan festival ini bertujuan sebagai ajang promosi untuk meningkatkan nilai Trade, Tourism, dan Investasi Indonesia. Pameran akan digelar di Pavillon Dauphine, Paris.

    Selain itu juga diadakan Indonesia France Business Forum yang akan memberikan kesempatan perwakilan dari Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London, memaparkan kemudahan berinvestasi di Indonesia. Target forum ini adalah menjaring investor di Prancis.

    3. Festival Indonesia Day, Istanbul

    Fetsival ini dihelat pada tanggal 8 September di ballroom Hotel Conrad ,Besiktas, Istanbul, Turki. Acara yang diselenggarakan Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul berkerjasama dengan Yayasan Blue Economy (BEF) Jakarta ini dihadiri sekitar lima ratusan warga Istanbul.

    Pengunjung diperkenalkan kepada beragam aspek budaya Nusantara lewat peragaan busana , sajian kuliner tradisional, pagelaran tari tradisional, hingga workshop membatik.

    Sesi peragaan busana menampilkan karya para perancang terkenal Indonesia, seperti Dian Pelangi, Rumah Betawi, Warna Alam, Syahdana, Unique, Marita, La Javanaise, Klambie Abite dan Touch of Indonesia. Busana mereka dibawkaan para peragawati dari Indonesia dan lokal.

    Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul, Herry Sudradjat, menyampaikan Festival Hari Indonesia digelar sebagai upaya membawa budaya Indonesia ke tengah masyarakat Turki. “Agar lebih banyak lagi masyarakat Turki yang mengenal dan mengunjungi Indonesia.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.