Festival Bregada Keraton Yogyakarta Dimeriahkan Pasukan Drone

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tentara TNI-AD dari Korem Keraton sedang memberikan penilaian salah satu barisan prajurit (bergada) Keraton Yogyakarta pada lomba baris-berbaris antar prajurit kraton di Komplek Keben, Keraton Yogyakarta, 12 Agustus 2015. Lomba baris berbaris ini diadakan dalam rangka Syawalan antar prajurit kraton. TEMPO/Pius Erlangga

    Seorang tentara TNI-AD dari Korem Keraton sedang memberikan penilaian salah satu barisan prajurit (bergada) Keraton Yogyakarta pada lomba baris-berbaris antar prajurit kraton di Komplek Keben, Keraton Yogyakarta, 12 Agustus 2015. Lomba baris berbaris ini diadakan dalam rangka Syawalan antar prajurit kraton. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Festival Bregada prajurit keraton Yogyakarta akan digelar di sepanjang jalan Malioboro, Minggu 23 September 2018, dimulai pukul 07.00. Dalam perhelatan tersebut lebih dari 30 pasukan akan berparade di jantung kota Yogya tersebut.

    Festival ini diselenggarakan oleh keluarga besar alumni Sekolah Menangani Atas 3 Padmanaba Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk menarik wisatawan domestik maupun asing ke Yogyakarta. Festival akan menampilkan perpaduan seni, gerak prajurit keraton, dan kreasi kostum yang unik.

    Bregada Keraton menjadi ikon Keraton Yogyakarta karena pakaiannya berwarna-warni, kaya akan corak, serta filosofi mendalam di balik setiap desain dan detailnya. Mereka juga menarik perhatian setiap tampil, karena memiliki perpaduan gerak baris berbaris dengan tata busana yang memikat.

    Dalam parade nanti ada yag berbeda. Salah satu pasukan yang akan berdefile adalah puluhan drone atau pesawat kecil tanpa awak yang dihias bak prajurit keraton. “Ini gabungan antara teknologi dengan budaya. Drone juga bisa menjadi prajurit,” kata angota panitia tim kreasi Padmanaba Festival Bregada Nasional, Ari Wulu, Selasa, 18 September 2018.Barisan prajurit Puro Pakualaman bernama Bergada Lombok Abang keluar dari gerbang Regol Puro Pakualaman tanda dimulainya acara Kirab Ageng pengukuhan KGPAA Paku Alam X di Yogyakarta, 7 Januari 2015. Berdasarkan biodata yang dimiliki Pakualaman, Suryodilogo lahir pada Sabtu Kliwon, 15 Desember 1962, atau 18 Rejeb 1894, di Yogyakarta. Dia anak tertua Paku Alam IX dengan Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GBRAy) Ambarkusumo. TEMPO/Pius Erlangga

    Peserta festival ini adalah dari sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK sederajat se Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu pasukan prajurit kerajaan dari Sumatera Selatan juga akan ikut dalam festival.

    Menurut Dr. Hendri Saparini, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni SMA 3 Padmanaba, festival ini bertujuan mendorong siswa SMA untuk cinta dan ikut melestarikan budaya bangsa. Caranya adalah dengan mengasah inovasi dan kreativitas di bidang gerak dan tata busana.

    “Temanya adalah Nyawiji Nguri-uri Makmuring Negeri, atau mendorong persatuan untuk melestarikan kebudayaan dan menciptakan kemakmuran di seluruh Indonesia tercinta,” kata Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia Tbk tersebut. Sedangkan Ketua Umum Padmanaba Festival Bregada Nasional 2018 Ema Widiastuti mengatakan akan ada atraksi ekshibisi dalam Padmanaba FBN 2018 dan merupakan kegiatan kali pertama di dunia.


    MUH SYAIFULLAH (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.