Minggu, 18 November 2018

Nonton Balapan F1 di Singapura dengan Bonus Wisata Komplit

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembalap F1 McLaren, Fernando Alonso menyapa penggemarnya jelang ikuti sesi latihan GP F1 Singapura 2017 di sirkuit Marina Bay City, Singapura, 15 September 2017. REUTERS

    Pembalap F1 McLaren, Fernando Alonso menyapa penggemarnya jelang ikuti sesi latihan GP F1 Singapura 2017 di sirkuit Marina Bay City, Singapura, 15 September 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Singapura - Singapura berhasil mengemas ajang Grand Prix Singapura tak hanya sekedar balapan jet darat saja, tapi juga sukses menyuguhkan atraksi wisata menarik bagi para penonton. Seperti balapan Formula One alias F1 yang berlangsung 14-16 September kali ini, penonton bagai menerima paket lengkap liburan akhir pekan.

    Karena balapan F1 digelar malam hari di Negara kota itu, para penonton yang datang dari dalam dan luar negeri punya waktu leluasa untuk mengeksplorasi Singapura.

    Singapura sudah sejak 2008 menjadi salah satu penyelenggara balapan F1, jadi mereka tahu bagaimana cara menghasilkan uang. Bagi Singapura menyulap jalan raya menjadi ajang balapan hanya dalam waktu beberapa pekan saja, sudah jamak.

    Dan, karena balapan digelar pada malam hari, maka keindahan percikan api akibat gesekan piringan titanium di bawah mobil F1 dengan aspal terlihat dramatis. Maka bayangkanlah panorama yanng muncul jika hal itu terjadi dengan latar beragam bangunan ikonik, seperti gedung teater yang terilhami berbentuk durian, Esplanade, bianglala raksasa (Singapore Flyer), hingga hotel berbentuk kapal atau yang dikenal dengan Marina Bay Sands.

    Baca juga: 6 Tempat Wisata Baru di Singapura

    Lagi pula tak hanya nama tenar pembalap yang tampil, seperti Lewis Hamilton, Sebastian Vettel, dan lain-lain. Tapi nama-nama musisi kondang juga berseliweran karena penyelenggara membuat panggung musik. Pada tahun ini sejumlah musisi dunia turut memeriahkan, dari penyanyi rap Taiwan Jay Chou, grup band The Killers, laluJoe Hahn (Linkin Park), Liam Gallagher, hingga Dua Lipa.

    Jika ingin melihat yang lebih akrab, penonton F1 bisa santai-santai dulu melihat aneka pertunjukan jalanan. Banyak penonton yang ditemui mengaku datang ke Singapura tidak hanya sekedar menyaksikan ajang balapan, tetapi juga seraya berwisata dan menikmati hiburan.Sebastian Vettel, saat melewati salah satu tikungan di sirkuit Marina Bay Street Circuit. Perlombaan balap F1 ini sempat ditunda akibat kabut asap, yang terjadi akibat kebakaran lahan di wilayah Sumatra. Singapura, 19 September 2015. Clive Mason / Getty Images

    "Menurut saya tidak rugi hadir menonton F1 di sini. Kami tidak hanya menikmati balapan, tetapi juga hiburannya juga," kata penonton asal China, Juliet.

    Seorang penonton asal Darwin, Australia, Stephanie, 21 tahun, mengaku sudah lama memimpikan bisa hadir melihat langsung ajang balapan mewah itu. "Saya menabung selama enam bulan terakhir agar bisa hadir di sini," kata Stephanie yang diiyakan temannya.

    Stephanie datang ke Singapura bersama dua orang temannya. Ia datang karena saat ini juga menjadi tahun terakhir pebalap McLaren kesayangannya, Fernando Alonso, berada di lintasan. Pebalap asal Spanyol itu menyatakan pensiun tahun depan.

    Untuk bisa menonton langsung tim kesayangannya, Stephanie mengaku harus mengeluarkan uang cukup banyak. Termasuk untuk pesawat pulang pergi ke negara asalnya.

    Tiket termurah untuk ajang GP Singapura memang seharga 128 dolar Singapura. Itupun hanya untuk menonton sesi latihan pada hari Jumat, 14/9. Sedangkan harga tiket untuk Sabtu dan Minggu bisa mencapai 388 dolar Singapura. Namun meskipun terbilang mahal, ajang balapan F1 di Singapura ini tak pernah sepi penonton.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.