Selasa, 25 September 2018

Tangerang Luncurkan Kampung Batik Kembang Mayang

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa membuat topi tradisional dari kain perca batik yang tidak terpakai di Sekolah Dasar Negeri Tanah Tinggi 1, Tangerang, Banten, 2 Oktober 2015. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati hari batik nasional yang jatuh pada 2 oktober. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Siswa membuat topi tradisional dari kain perca batik yang tidak terpakai di Sekolah Dasar Negeri Tanah Tinggi 1, Tangerang, Banten, 2 Oktober 2015. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperingati hari batik nasional yang jatuh pada 2 oktober. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tempo, Jakarta --  Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang meluncurkan Kampung Batik Kembang Mayang di Kelurahan Larangan Selatan untuk dijadikan destinasi wisata baru. “Kampung batik ini menjadi kebanggaan masyarakat Larangan dan menjadi destinasi wisata edukasi,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Banten, Minggu, 16/9.

    Arief berharap warga kampung batik tak henti melakukan kreasi dan inovasi agar wilayahitu makin dikenal.  Kampung Batik beralamat di Jalan Mayang RT 02/11 Larangan Selatan.

    Selain itu pengelola juga satu set alat membatik, yakni canting, kain berukuran satu meter, kompor, wajan, malam dan pewarnanya. "Harganya Rp 650 ribu," kata Luluk.

    Baca juga: Pilihan Baru, Cirebon Merintis Kampung Batik Keraton Kasepuhan

    Menurut Luluk, salah satu penggerak kampong batik, mereka bukaa setiap hari Rabu dan Jumat. Pengunjung bisa belajar membatik dengan mebayar paket Rp 250 ribu. Hasil pelatihan membuat batik bisa dibawa pulang.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rina Hernaningsih mengatakan kehadiran Kampung Batik Kembang Mayang menambah daftar kampung tematik yang ada di wilayahnya. Saat ini sudah ada kampung Grenpul, Kampung Bekelir, Kampung Markisa, Kampung Mural 3D dan kampung tematik lainnya.

    ANTARA

                                                           


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.