Selasa, 25 September 2018

5 Hal yang Harus Diingat Bila Liburan ke Takengon Aceh Tengah

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan matahari terbenam di Pantai Kala Segi, Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh, 24 September 2016. TEMPO/Charisma Adristy

    Pemandangan matahari terbenam di Pantai Kala Segi, Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh, 24 September 2016. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.CO, Jakarta - Dataran tinggi Gayo Alas yang berada di wilayah tengah provinsi Aceh memang mempunyai magnet kuat bagi wisatawan. Apalagi turis yang menyukai alam pegunungan. Salah satu kota yang kerap dikunjungi wisatawan adalah Takengon, ibukota Kabupaten Aceh Tengah. 

    Berlokasidi kaki Gunung Leuser, Takengon berada di ketinggian 1200 mdpl. Nah, ingat-ingat 5 hal berikut ini bila hendak liburan ke kota Negeri di Atas Awan ini, dari cara untuk mencapainya hingga oleh-oleh yang tak boleh dilupakan.

    1. Bisa dari Medan atau Banda Aceh
    Aceh bagian tengah berada di antara dua ibukota provinsi, yakni Medan dan Banda Aceh. Jadi, Takengon pun bisa dicapai wisatawan dari kedua kota ini. Sama-sama membutuhkan waktu dalam 7-8 jam dengan kendaraan roda empat dari keduanya. Ada bus dan kendaraan travel  dengan rute Takengon dari kedua kota ini. 

    2. Penerbangan 1 jam 
    Pilihan menuju Takengon  tak harus lewat darat, dengan pembukaan Bandara Rumbele 2 tahun lalu, maka Takengon bisa dicapai dengan penerbangan selama 1 jam dari Medan. Saat ini baru Wings Air yang melayani rute ini. Jadwal penerbangan dari Medan pukul 08.00 setiap harinya dan frekuensi hanya satu kali dalam sehari. 

    3. Danau Laut Kawar
    Inilah salah satu objek wisata yang tak boleh dilewatkan di Takengon. Danau yang mempunyai luas 5.472 hektar ini memang terlihat cantik dengan perbukitan di sekelilingnya. Ada sekitar puluhan jenis ikan yang hidup dalam danau yang menjadi ikon kota berhawa sejuk ini. Tapi salah satu yang menjadi ciri adalah ikan depik. Keindahan mentari terbenam atau terbit pun bisa disimak dari seputar danau ini.

    Petani menjemur kopi dengan latar belakang Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh. Kota Takengon menjadi sentra kopi Gayo khas Aceh yang terkenal di mancanegara. TEMPO/Charisma Adristy

    4. Kebun Kopi dan Kedai Kopi
    Kebun kopi di wilayah Gayo Alas disebutkan mencapai 100 ribu hektar. Kebun kopi memang ada di mana-mana. Dan kopi dari Gayo memang sudah dikenal luas, jadi jangan lewatkan untuk membeli oleh-oleh berupa kopi Gayo. Tentunya selama di sana, jangan lewatkan juga nongkrong di warung kupi, sebutan untuk kedai kopi di sana. Semakin terasa nikmat tentunya karena hawa di kota ini sehari-hari berkisar pada 18-28 derajat Celcius. 

    5. Gayo Highland
    Menikmati Takengon dari ketinggian pun harus dijajal. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat menuju Gayo Highland. Dari ketinggian ini bisa terlihat kota Takengon dan tentunya juga Danau Laut Kawar. Danau dengan panjang 17 kilometer ini terlihat lebih utuh. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.