Minggu, 18 November 2018

3 Hal Ini Telah Membuat Gayo Aceh Mendunia

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dari berbagai komponen masyarakat, PNS, anggota TNI/Polri, pelajar bersiap-siap menampilkan tarian tradisional Saman saat gladi di stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, 12 Agustus 2017. Tari Saman adalah tarian adat Suku Gayo yang ditampilkan sebagai media untuk berdakwah. ANTARA/Irwansyah Putra

    Warga dari berbagai komponen masyarakat, PNS, anggota TNI/Polri, pelajar bersiap-siap menampilkan tarian tradisional Saman saat gladi di stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, 12 Agustus 2017. Tari Saman adalah tarian adat Suku Gayo yang ditampilkan sebagai media untuk berdakwah. ANTARA/Irwansyah Putra

    TEMPO.CO, Takengon - Dataran tinggi Gayo yang berada di Provinsi Aceh bagian tengah, jelas bukan nama yang asing. Bagi para penggemar kopi, nama ini identik dengan produk juara.

    Nama kopi Gayo pun sudah terdengar hingga ke berbagai negara. Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi, menyebutkan tak hanya kopi yang telah dikenal. Tapi ada 3 hal dari Gayo yang telah mendunia, yaitu Kopi, Saman dan Leuser.

    Selain itu, Reza menyebutkan bahwa Gayo dan Alas bisa dikembangkan menjadi salah satu kawasan geopark di Indonesia. "Potensi menjadikan Gayo-Alas kawasan geopark sangat terbuka. Kita punya Danau Lut Tawar dan Gunung Leuser yang bisa dikembangkan untuk pusat pembelajaran geologis, sejarah pariwisata," kata Reza.

    Nelayan beristirahat usai mencari ikan di Danau Lut Tawar, Takengon, Aceh, 25 September 2016. Wisatawan dapat mengelilingi danau ini dengan kendaraan bermotor, melewati jalan mulus sepanjang 44 km. TEMPO/Charisma Adristy

    Terkait kepariwisataan, kata Reza, kegiatan  Gayo Alas Mountain Festival yang baru dibuka pada  Jumat, 14 September 2018 itu merupakan  pembuka. Kegiatan yang melibatkan 4 kabupaten itu setidaknya telah menunjukan komitmen para kepala daerah dalam hal memajukan kawasan Tengah Aceh itu. 

     

     

    Sementara Bupati Aceh Tengah Shabela Abu Bakar,  mengatakan GAMIFest telah menjawab harapan masyarakat atas pentingnya pengembangan kawasan strategis dan khusus di wilayah tengah Aceh. GAMIFest, kata Shabela Abu Bakar, telah digagas sejak 2 tahun lalu,  saat Presiden Jokowi memeresmikan Bandara Rembele di Bener Meriah. 

    "Event ini menjadi momentum untuk memajukan wilayah tengah Aceh, salah satunya lewat pembangunan di sektor pariwisata," kata Shabela.  Ia menyebutkan pihaknya akan berupaya menjadi tuan tumah yang baik. Ia berharap GAMIFest bisa dimasukkan menjadi kegiatan tahunan kepariwisataan Aceh. 

    Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara yang berada di dataran tinggi Gayo Alas mempunyai beberapa destinasi sehingga layak dikembangkan menjadi kawasan stategis dan khusus di wilayah tengah Aceh. Beberapa di antaranya adalah Gunung Leuser dan Danau Lut Tawar. Gayo dan Alas juga punya modal kebun kopi yang luasnya mencapai 100 ribu hektar. 

    "Danau, sungai dan gunung menunggu dikelola maksimal. Sementara keberadaan Leuser sudah menjadi penyangga kebutuhan oksigen dunia. Kita juga punya kopi yang melimpah," kata Shabela. 

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.