Selasa, 23 Oktober 2018

Festival Gayo Alas Memperkenalkan Budaya dan Alam Aceh Tengah

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu poster dari kegiatan Gayo Alas Mountain International Fest 2018. (Dsibudpar Prov Aceh)

    Salah satu poster dari kegiatan Gayo Alas Mountain International Fest 2018. (Dsibudpar Prov Aceh)

    TEMPO.CO, Takengon - Pelaksana tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membuka secara resmi Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest), di Takengon, Aceh Tengah, Jumat, 14 September 2018. Meski diguyur hujan, pembukaan kegiatan yang melibatkan empat kabupaten itu berlangsung meriah. Pembukaan yang digelar di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, tersebut menampilkan tari kolosal oleh 350 penari.

    Nova Iriansyah, dalam sambutannya, mengatakan Dataran Tinggi Gayo-Alas adalah negeri penghasil kopi terbaik dunia dan menjadi pusat kawasan cagar biosfer Leuser yang ditetapkan oleh UNESCO sejak 35 tahun lalu. 

    GAMIFest, menurut Nova, merupakan salah satu andalan Aceh dalam Calendar of Event Aceh 2018. Festival budaya itu, ia menegaskan, merupakan media untuk memperkenalkan Gayo dan Alas. Selama tiga bulan lamanya beragam seni budaya Gayo akan ditampilkan oleh para seniman lokal sesuai dengan karakter aslinya. 

    "Kami yakin, para pengunjung akan dibuat terpesona karenanya. Sekali mengenal budaya Gayo, kami yakin akan sulit melupakan ini," kata Nova. 

    Kegiatan GAMIFest pada dasarnya bertujuan memperkenalkan lebih luas budaya dan potensi sumber daya alam Gayo dan Alas kepada dunia. Rangkaian kegiatannya telah dirancang sedemikian rupa, sehingga pengunjung akan merasakan sensasi pesona alam dan budaya Gayo-Alas yang berlangsung di empat kabupaten. 

    Baca Juga:
    Kunjungan Ke Aceh Meningkat, Turis Asing Ingin Mengenang Tsunami 
    Mengenal Turki Lebih Dekat dari Pekan Kebudayaan Aceh 

    Kegiatan itu antara lain tarian massal, pameran kerajinan tangan, lomba perahu tradisional, festival panen kopi, ekspedisi Burni Telong, pacu kuda tradisional, wisata arung jeram, serta ragam atraksi wisata dan budaya lainnya. Rangkaian acara itu, kata Nova, adalah pintu gerbang untuk menjadikan Gayo dan Alas sebagai kawasan dynamic agro-ecology dan penggerak ekonomi hijau (green economy).

    Nova mengatakan ada tiga jenis pengembangan kawasan yang akan ditingkatkan di Gayo dan Alas, yaitu Agro Forestry, Agro Industry, dan Agro Tourism. GAMIFest merupakan momen untuk memulai rancangan tersebut. Apalagi dalam Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, Gayo-Alas termasuk destinasi wisata yang akan dikembangkan secara nasional. 

    Nova mengimbau masyarakat Gayo dan Alas di wilayah tengah Aceh ini tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mereka diminta menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan sehingga siap menyongsong masa depan yang lebih gemilang, menjadikan Gayo dan Alas semakin diperhitungkan di tingkat nasional.

    ADI WARSIDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.