Jumat, 16 November 2018

Mau Sulap Sungai Kalimalang, Ini 3 Hal yang Dihadapi Ridwan Kamil

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemuda membangun konstruksi untuk lomba panjat pinang dan gebuk bantal di sungai Kalimalang, Jakarta, (14/08). Lomba panjat pinang dan gebuk bantal kembali digelar usai selama vakum dua tahun untuk memeriahkan HUT RI ke-68. TEMPO/Yosep Arkian

    Sejumlah pemuda membangun konstruksi untuk lomba panjat pinang dan gebuk bantal di sungai Kalimalang, Jakarta, (14/08). Lomba panjat pinang dan gebuk bantal kembali digelar usai selama vakum dua tahun untuk memeriahkan HUT RI ke-68. TEMPO/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Jakarta - Postingan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di media sosialnya yang menyatakan akan mengubah sungai Kalimalang di Bekasi menjadi seperti sungai Cheonggyecheon di Seoul mendapat perhatian besar warganet (netizen). Betapa tidak, jika terwujud, maka Kalimalang bisa jadi tujuan wisata anyar dalam kota.

    Dalam postingannya di Instagram pada Rabu, 11/9, tersebut, Ridwan Kamil menyertakan foto sungai Cheonggyecheon disandingkan dengan sungai Kalimalang. "WARGA KOTA BEKASI tercinta, minggu depan sudah dimulai desain dan perencanaan revitalisasi Kali Malang. Semoga bisa sekeren Sungai Cheyonggyecheon di Seoul," tulis Emil, demikian ia akrab disapa.

    Sambil menunggu rencana lebih detil Ridwan Kamil tersebut, berikut 3 kondisi mengenai Sungai Kalimalang yang mesti dihadapi dan perlu mendapat respon di lapangan oleh tim gubernur.

    1. Panjang Sungai Kalimalang

    Sungai Kalimalang di wilayah Bekasi adalah bagian dari saluran Tarum Barat yang mengalirkan air dari Waduk Jatiluhur ke Jakarta. Total panjang saluran ini mencapai 71 kilometer. Adapun panjang sungai Kalimalang dari kawasan Mall Metropolitan Bekasi Barat hingga Cawang Baru (Jakarta) sekitar 20 kilometer.

    Belum diketahui dalam rencana Gubernur Emil berapa panjang ruas sungai Kalimalang yang akan disulap menjadi seperti sungai di Seoul tersebut.

    2. Pencemaran sungai

    Tantangan utama untuk mempercantik sungai Kalimalang Bekasi adalah kerapnya terjadi pencemaran yang disebabkan beberapa hal. Salah satu sumbernya adalah pembuangan limbah pabrik yang banyak berdiri di pinggir Kalimalang baik di wilayah Bekasi maupun daerah lain.

    Sumber pencemaran lain adalah kotoran yang dibawa dari wailayah Bogor terutama saat terjadi banjir besar. Secara geografis, dataran Kota Bekasi lebih rendah daripada Kabupaten Bogor. Dengan demikian, air dari Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas masuk ke Kali Bekasi dan lalu ke saluran Induk Tarum Barat di Bendungan Bekasi.

    3. Sinkronisasi dengan Tol Becakayu

    Sungai Kalimalang di wilayah Bekasi sebagian berada di sisi tol Becakayu yang menghubungkan Bekasi-Cawang-kampung Melayu. Tol Becakyu terdiri atas dua seksi, yaitu Seksi I Kasablanka-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.

    Adapun ruas tol yang sudah dioperasikan adalah Seksi 1B dan 1C sepanjang 8,26 kilometer meliputi Cipinang Melayu-Pangkalan Jati-Jakasampurna, sejak awal November lalu. Gingga Jalan Ahmad Yani, sungai Kalimalang berada di sisi tol baru tersebut. Saat ini pembangunan telah mencapai ruas Jakasampurna-Jalan Ahmad Yani. Targetnya, segmen ini rampung pada April tahun depan.

    Bagaimana sinkronisasinya dengan keberadaan tol tersebut sehingga sungai Kalimalang makin terlihat cantik dan menjadi tujuan rekreasi baru? Mari kita tunggu detilnya hingga minggu depan.

    ADI WARSONO | WIKIPEDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.