Pusat Vulkanologi Kementerian ESDM Raih Penghargaan Internasional

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Relawan dari Bali Rumah Singgah Satwa memperhatikan pepohonan yang mati akibat abu vulkanis pasca letusan Gunung Agung, di Sebudi, Karangasem, Bali, 3 Desember 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Agung masih dalam level IV (awas). ANTARA

    Relawan dari Bali Rumah Singgah Satwa memperhatikan pepohonan yang mati akibat abu vulkanis pasca letusan Gunung Agung, di Sebudi, Karangasem, Bali, 3 Desember 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan status Gunung Agung masih dalam level IV (awas). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meraih penghargaan internasional The 1st Volcano Surveillance and Crisis Management Award.

    Siaran pers Kementerian ESDM di Jakarta, Minggu, 9 September 2018, menyebutkan penghargaan dari International Association of Volcanology and Chemistry of the Earth's Interior (IAVCEI) itu diserahkan Presiden IAVCEI Donald Bruce Dingwell kepada Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar di Napoli, Italia, Jumat, 7 September 2018.

    PVMBG menjadi institusi vulkanologi pertama di dunia yang menerima penghargaan bergengsi dari IAVCEI atas prestasi dalam pemantauan dan penanganan krisis gunung api.

    Ketua Komisi Juri Jacob Lowenstern memberikan apresiasinya kepada PVMBG yang mampu bekerja menghadapi risiko gunung api, yang tersebar di seluruh Indonesia dengan sumber daya yang terbatas. "Bekerja dengan sumber daya yang terbatas menghadapi risiko gunung api di Indonesia, PVMBG telah membuat kemajuan besar dan harus bangga dengan prestasinya," ujar Lowenstern.

    Sementara itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga mengapresiasi torehan prestasi yang diraih PVMBG ini dan mengharapkan di masa mendatang dapat lebih ditingkatkan. "Selamat saya ucapkan kepada PVMBG. Kami sangat mendukung sekali. Prestasi yang sangat membanggakan,” kata Jonan.

    Sejumlah warga menyaksikan kepulan asap dan abu vulkanik yang menyembur dari kawah Gunung Agung di Desa Datah, Karangasem, Bali, 27 November 2017. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikkan status Gunung Agung dari level siaga ke awas setelah terjadinya peningkatan letusan dengan semburan asap dan abu vulkanik hingga ketinggian 3.400 meter. ANTARA FOTO

    Jonan berpendapat pencapaian itu membuktikan bahwa, dengan segala upaya, Kementerian ESDM telah memberikan yang terbaik bagi pengelolaan sumber daya alam, termasuk melindungi masyarakat dari bencana geologi, khususnya gunung api.

    Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar juga memberikan apresiasi yang besar atas dedikasi yang tinggi PVMBG untuk terus melindungi dan melayani masyarakat Indonesia. "Penghargaan ini harus menambah semangat. Tugas melindungi dan melayani masyarakat, tidak akan berhenti.”

    Penghargaan Volcano Surveillance and Crisis Management Award diberikan untuk institusi vulkanologi di dunia yang telah melakukan upaya-upaya luar biasa dalam pemantauan maupun dalam penanganan krisis gunung api.

    Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dari Indonesia diputuskan oleh Komite IAVCEI sebagai institusi vulkanologi pertama di dunia yang mendapatkan penghargaan pertama ini. Terdapat enam kandidat utama institusi vulkanologi di dunia yang memenuhi kriteria untuk memenangi penghargaan ini.

    Setelah melakukan penilaian dan survei kepada para ahli vulkanologi dunia maupun para pelaku media internasional, hasil penilaian Komite Juri IAVCEI memutuskan Indonesia menjadi peraih penghargaan ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.