Tujuh Kerbau Bule akan Ikut Kirab Malam Sura Keraton Surakarta

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pawang abdi dalem kraton Kasunanan Surakarta mengeluarkan kerbau bule dari kandangnya usai memandikan dan memberi makan kerbau keturunan Kyai Slamet untuk gladi bersih kirab Malam Satu Sura di Alun-alun Selatan, Surakarta, 12 Oktober 2015. Bram Selo Agung/Tempo

    Pawang abdi dalem kraton Kasunanan Surakarta mengeluarkan kerbau bule dari kandangnya usai memandikan dan memberi makan kerbau keturunan Kyai Slamet untuk gladi bersih kirab Malam Satu Sura di Alun-alun Selatan, Surakarta, 12 Oktober 2015. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Surakarta - Keraton Kasunanan Surakarta akan menggelar kirab pusaka dalam rangka menyambut Tahun Baru Jawa atau yang juga dikenal sebagai Malam Sura. Selama ini, ritual tersebut selalu disaksikan oleh ribuan warga dan wisatawan yang memadati jalur kirab.

    Seperti biasanya, satwa peliharaan keraton, kerbau bule juga akan ikut dikirab saat Malam Sura. "Saat ini kerbau yang akan mengikuti kirab sudah dipilih," kata Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Dipokusumo, Sabtu 8 September 2018.

    Kerbau bule yang dimiliki oleh keraton pada saat ini berjumlah 17 ekor. "Kami memilih tujuh ekor untuk ikut dikirab pada Malam Sura nanti," katanya. Pemilihan berdasar berbagai pertimbangan, salah satunya faktor kejinakan.

    Selain kerbau bule keturunan Kyai Slamet itu, beberapa pusaka keraton juga akan dikirab. Namun, Dipokusumo belum bisa memastikan jenis pusaka yang akan dikeluarkan. "Nanti akan dipilih menjelang kirab berlangsung," katanya.

    Diperkirakan, kirab itu akan diikuti oleh sekitar 800 orang abdi dalem dan kerabat keraton. Selain itu, biasanya juga banyak warga yang ikut berjalan dalam iring-iringan kirab. "Masih banyak warga yang merasa ikut memiliki kebudayaan ini," katanya.Kirab Peringatan Malam 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat mengelilingi Keraton (8/12) dinihari. TEMPO/Andry Prasetyo

    Pelaksanaan kirab sekaligus penyambutan malam Tahun Baru Jawa itu dilakukan pada Selasa malam, 11/9. "Selisih satu hari dengan kalender pemerintah," katanya.

    Dia beralasan keraton menggunakan penanggalan sendiri yang telah disusun sejak zaman Sultan Agung. "Merupakan penggabungan dari penanggalan Saka dengan Hijriyah," katanya. Hal itu yang membuat penanggalan mereka beberapa kali berbeda dengan kalender pemerintah.

    Adapun kirab akan dimulai pada tengah malam, berjalan dari depan keraton menuju utara hingga perempatan Telkom. Dari perempatan itu iring-iringan akan berbelok ke timur menuju Jalan Kapten Mulyadi.

    Kirab lantas bergerak meuju selatan hingga perempatan Baturono dan bergerak menuju barat di Jalan Veteran. Selanjutnya, mereka berbelok ke utara menyusuri Jalan Yos Sudarso hingga menembus ke Jalan Slamet Riyadi.

    Di jalan protokol tersebut, kirab akan berjalan ke timur menuju bundaran Gladak dan akan berbelok kembali ke selatan menuju keraton. "Rute ini masih sama dengan kirab Malam Sura di tahun-tahun sebelumnya," kata Dipokusumo.

    AHMAD RAFIQ (Sala)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.