Selasa, 25 September 2018

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Indonesian Writers Festival

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wisatawan melakukan selfie dengan latar belakang Api Biru di kawasan  Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 20 Februari 2016. Wisatawan mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl untuk melihat fenomena api biru. TEMPO/Fajar Januarta

    Seorang wisatawan melakukan selfie dengan latar belakang Api Biru di kawasan Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, 20 Februari 2016. Wisatawan mendaki Gunung Ijen yang memiliki ketinggian 2.443 mdpl untuk melihat fenomena api biru. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Keindahan panorama Gunung Ijen dan kekayaan seni budaya Banyuwangi menjadi inspirasi bagi sejumlah penulis sehingga pada 21 - 22 September 2018 , di Ijen akan digelar festival penulis berskala nasional, yakni Indonesia Writers Festival (IWF).

    Festival tersebut bakal diisi berbagai kegiatan, mulai coaching clinic penulisan hingga kompetisi menulis on the spot melalui aplikasi di ponsel pintar. Acara bertajuk Empowering Indonesia Trough Writing ini, bakal digelar selama dua hari di Jiwa Jawa Resort, Licin. Uni Lubis, penggagas IWF mengatakan, festival tersebut bertujuan memberdayakan dan mempromosikan nilai-nilai dan kebaikan Indonesia melalui kemampuan menulis.

    “Kami ingin generasi milenial yang bergabung dalam komunitas menulis meningkat kualitasnya dalam menulis. Seperti, kami harap mereka makin peka dalam menangkap hal-hal yang menarik di sekitar mereka, yang dekat dengan kehidupan milenial,” kata Uni dalam rilis yang diterima TEMPO, Jumat, 7 September 2018. Uni mengatakan IWF akan dihadiri ratusan para penulis dari berbagai kota. Mereka bakal mengabarkan tentang kabar baik di Indonesia yang dimulai dari Banyuwangi melalui tulisan.

    "Kami pilih Ijen, harapannya bisa memicu mereka untuk menulis beraneka tema, mulai traveling, wisata, budaya, olah raga, dan lain-lain, serta menyampaikan kepada publik dengan cara yang lebih berkualitas," ucap Uni. Narasumber yang dipilih diantaranya  jurnalis sekaligus founder Narasi Channel Najwa Shihab, jurnalis Uni Lubis, serta novelis Fira Basuki, hingga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan lain-lain.

    "Penulis juga kami minta untuk menulis tentang pemikiran-pemikiran para pembicara dari berbagai latar belakang yang kami hadirkan. Akan menambah ragam tulisan mereka," papar Uni. Najwa Shihab, kata Uni, akan mengisi coaching clinic. Najwa akan berbagi pengalaman sebagai penulis dan penulis buku. Bukan itu saja, Najwa Shihab bakal melakukan syuting catatan Najwa di Bumi Blambangan.

    Indonesia Writers Festival di Ijen Banyuwangi juga akan diwarnai kompetisi menulis on the spot melalui aplikasi di mobile phone. Di hari itu, lanjut dia, juga akan diluncurkan mobile-only writing apps, yang merupakan aplikasi untuk menulis pertama di dunia. "Sekaligus ini akan menjadi apps kompetisi menulis dengan mobile phone yang pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia karena belum pernah ada sebelumnya,” cetusnya.

    Uni mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya dikhususkan untuk kalangan komunitas penulis yang tinggal di kota-kota besar. Masyarakat Banyuwangi juga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kita juga memberikan kesempatan kepada masyarakat Banyuwangi yang memiliki passion menulis untuk terlibat dalam acara ini. Silakan mendaftar dan bergabung dengan kami,” ungkapnya.

    Bupati Abdullah Azwar Anas menyambut baik penyelenggaraan Indonesia Writers Festival di Ijen Banyuwangi. Hal ini akan menjadi duta bagi Banyuwangi untuk mempromosikan potensinya. Anas juga mengharapkan, anak-anak muda di Banyuwangi yang memiliki ketertarikan pada dunia tulis-menulis untuk ikut bergabung dalam kegiatan tersebut. Ia mengharapkan mereka nanti bakal menjadi juru kabar yang baik atas potensi yang ada di daerahnya masing-masing.

    “Nantinya, mereka bisa menulis tentang kampungnya sendiri-sendiri. Ada penulis-penulis hebat yang akan datang ke Banyuwangi. Rugi kalau teman-teman muda tidak ikut acara ini,” tutupnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.