6 Tip Penting Sebelum Ikut Upacara 17 Agustus di Gunung

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendaki berfoto dengan bendera merah putih  di atas puncak gunung Penanggungan, 31 Mei 2015. Sisi sebelah barat gunung ini berada dalam kawasan Kabpuaten Mojokerto, sedangkan sisi sebelah Timur terletak di Pasuruan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pendaki berfoto dengan bendera merah putih di atas puncak gunung Penanggungan, 31 Mei 2015. Sisi sebelah barat gunung ini berada dalam kawasan Kabpuaten Mojokerto, sedangkan sisi sebelah Timur terletak di Pasuruan. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Momentum Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus kerap diperingati dengan beragam kegiatan unik, termasuk upacara di tempat ekstrem. Salah satu lokasi favorit untuk merayakan upacara tersebut adalah puncak gunung.

    Tiap tahun, sejumlah puncak gunung di Nusantara lazim didaki untuk peringatan 17-an. Mereka yang mendaki bukan cuma pendaki kawakan, tapi juga pemula. Dalam kondisi jalur pendakian yang ramai, ada beberapa tip yang sebaiknya diperhatikan. Tip tersebut dibagikan oleh pendaki senior sekaligus Ketua tim Eiger Adventure Service, Galih Donikara, saat dihubungi Tempo pada Kamis, 16 Agustus 2018.

    1. Kondisi fisik standar ganda
    Galih mewanti-wanti, kondisi fisik untuk mendaki gunung menjelang 17 Agustus kudu lebih kuat. Sebab, kondisi jalur pendakian akan ramai dan umumnya pendaki mengejar waktu untuk menggelar upacara bersama. "Bukan cuma fisik, mental, pengetahuan, dan sikap juga harus dijaga," katanya.

    2. Perbekalan pribadi yang ringkas agar tak merepotkan
    Masing-masing pendaki harus menyiapkan perlengkapan pribadinya, seperti air mineral dan ransum. Namun perbekalan itu sebaiknya dikemas sepraktis mungkin agar mudah dibawa. "Prinsipnya perlengkapan dan perbekalan itu membantu kita bukan merepotkan," ujar Galih.

    Baca juga: 

    HUT RI, Bendera Raksasa 73 Meter Dikibarkan di Gunung Tambora

    Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Ditutup Sementara 

    3. Pakaian hangat yang tepat
    Agustus ini rasa-rasanya menjadi waktu terdingin sepanjang tahun di Indonesia. Sejumlah embun di gunung ditemukan membeku. Maka itu, Galih merekomendasikan pendaki membawa perlengkapan atau pakaian hangat yang tepat, hangat, dan mudah dikema. Misalnya jaket windstop/waterproof.

    4. Perbekalan yang tidak jadi sampah
    Galih meminta pendaki membawa perbekalan yang tidak berpotensi menjadi sampah. Misalnya meminimalisasi makanan dengan bungkus plastik atau makanan instan. Lagi pula, makanan instan tidak cukup memberi energi untuk tubuh bekerja ekstra.

    5. Persiapan administrasi
    Mendaki gunung kini tak bisa mendadak. Apalagi saat momentum tertentu seperti 17 Agustus. Maka itu, pendaki kudu mendaftarkan administrasi secara dari jauh-jauh hari sebelumnya.

    6. Memastikan tempat, jadwal, dan kegiatan berlangsung
    Galih berkata bahwa pendaki harus benar-benar memastikan jadwal upacara. "Pastikan dapat rundown acara dan lokasi pasti kegiatan akan berlangsung," katanya. Ia juga menyarankan pendaki gunung harus datang 1 atau 2 hari lebih awal dari waktu upacara. "Sehingga bisa memilih dan mendirikan tenda dengan lokasi yang strategis serta menghindari antri di jalur pendakian," ujarnya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.