Ini Dua Museum Mi yang Asyik Disinggahi di Yokohama

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung tengah mencermati sejarah dari cup noodle di Cup Noodles Museum, Yokohama, Jepang. Tempo/Rita Nariswari

    Seorang pengunjung tengah mencermati sejarah dari cup noodle di Cup Noodles Museum, Yokohama, Jepang. Tempo/Rita Nariswari

    TEMPO.CO, Jakarta - Bila berada di Tokyo, Jepang, dan ingin menengok kota lain dalam waktu pendek, Yokohama bisa menjadi pilihan. Jaraknya hanya sekitar 40 kilometer. Dan bisa ditempuh  dengan perjalanan sekitar 30 menit.  Tak hanya pemandangan khas pelabuhan dan laut yang bisa dinikmati, tapi ada dua museum khusus tentang mi yang juga menarik untuk disinggahi. Keduanya adalah Cup Noodles Museum dan Shinyokohama Raumen Museum. 

    1. Cups Noodles Museum
    Didirikan oleh perusahaan mi instan ramen Nissin Food , perusahaan mi instan yang beroperasi sejak 1958 ini sangat interaktif. Tak hanya mengenal perjalanan berbagai jenis cup noodles tapi juga pengunjung bisa belajar membuatnya.

    Di akhirnya sesi setelah mengelilingi museum, pengunjung diajak untuk meramu cup noodles. Ada berbagai bahan, Anda bisa memadukan bahan-bahan, hingga tercipta rasa baru.

    Museum buka pada pukul 11.00 hingga pukul 18.000 waktu setempat. Pengunjung terakhir diizinkan masuk pada pukul 17.00. Tiket masuk per orang 500 yen, termasuk ambil bagian dalam membuat cup noodles.

    Bagi yang senang berfoto, ada beberapa ruang 3 dimensi. Serta ada berbagai kreasi seni yang erat hubungannya dengan mi. Ada pula area untuk mencicipi aneka mi yang ditata serasa di warung kaki lima yang khas Asia.

    Museum ini bisa dicapai dalam 10 menit berjalan kaki dari stasiun Minato Mirai dan Sakuragicho.

    Suasana di lantai bawah dari Shinyokohama Raumen Museum di Yokohama, Jepang yang ditata seperti kawasan kota tua Shitamaci di Tokyo pada 1958. Tempo/Rita Nariswari

    2. Shinyokohama Raumen Museum
    Dari bagian luar, tak menunjukkan adanya hal unik di dalam museum ini. Namun ketika masuk, setelah di lantai satu diperkenalkan tentang sejarah ramen, pengunjung bisa turun ke lantai dasar.  Di sini lah pengunjung pasti dibikin tercengang. Karena benar-benar seperti dibawa ke masa lalu. Ruangan ditata seperti kawasan kota tua Shitamaci di Tokyo pada 1958. Ada sembilan rumah makan kecil ramen pun berjajar di sisi kiri dan kanan.

    Rumah makan menyuguhkan jenis ramen khas dari berbagai daerah di Jepang. Aksen lawas benar-benar kental, termasuk mesin untuk memesan dan membayar menu pun merupakan produk jadul. Vending machine tersebut dipasang di depan setiap rumah makan. Suasananya benar-benar di kawasan kuliner, ada penjual mainan anak-anak jadul juga di bagian tengah. Umumnya turis pun tumplek di sini. Ada yang memesan ramen, ada juga yang sekadar menikmati suasana. 

    Baca Juga: 

    Menengok Koleksi Kereta Masa Lalu di Jepang

    Makin Banyak Turis Indonesia ke Jepang, Ini yang Dicari

    Museum yang satu ini bisa dicapai dalam waktu 10 menit dengan  berjalan kaki dari stasiun Shin Yokohama. Terbuka untuk umum antara pukul 11.00-22.00 waktu setempat. Harga tiket masuk senilai 310 yen per orang. Harga tersebut tentunya belum termasuk suguhan ramen atau belanja ramen instan yang ada di dalam. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.