Selasa, 23 Oktober 2018

Kunjungan Wisatawan Asing ke Lampung Naik 58%. Ini Rahasianya.

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jejak kapal yang terdampar di Pulau Pisang, lampung Barat. Tempo/Amston Probel

    Jejak kapal yang terdampar di Pulau Pisang, lampung Barat. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Minat wisatawan asing alias wisman datang ke Lampung semakin tinggi. Kementerian Pariwisata mencatat, jumlah kunjungan wisman datang ke provinsi tersebut, bila dihitung dalam persentase, melampaui rata-rata nasional.

    Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya pada Kamis lalu, 9 Agustus 2018. Arief mengatakan pada 2016, wisman datang ke Lampung terdata 155 ribu. Sedangkan pada 2017 meningkat menjadi 245 ribu (naik 58 persen). "Angka ini lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya tumbuh 22 persen,” ujar Arief di kantor Kementerian Pariwisata, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. 

    Ada beberapa faktor yang membuat wisman tertarik datang ke Lampung. Mula-mula lantaran banyaknya festival. Tahun ini saja provinsi itu menggelar 53 agenda daerah. Salah satunya mengunggulkan Gunung Anak Krakatau yang namanya telah mendunia.

    Kepala Dinas Provinsi Lampung Budiharto menjelaskan, faktor lain yang membuat wisman tertarik datang adalah adanya pantai dengan gelombang yang tinggi untuk surfing. “Rata-rata wisman datang dari Australia dan Belanda ingin surfing di Pulau Pisang,” katanya saat dijumpai di tempat yang sama.

    Pulau Pisang menyajikan pantai dengan gelombang tinggi. Para peselancar alias surfer yang kepingin menantang nyali akan menyambangi spot di Pesisir Barat Lampung ini. Sedangkan peselancar lain yang menyukai ombak dengan gelombang yang panjang akan bertandang ke Tanjung Setia. Lokasinya tak berjauhan.Sejumlah wisatawan lokal mengabadikan keindahan Gunung Anak Krakatau dari jalur pendakian, Taman Nasional Krakatau, Bandar Lampung, (22/10). ANTARA/Teresia May

    Selain ke Pesisir Barat, para turis aing gemar melakukan penelitian ke habitat badak dan gajah di Taman Nasional Way Kambas. Di sana mereka akan tinggal selama beberapa hari untuk kepentingan pengamatan. Di Way Kambaw sudah tersedia resor-resor yang dapat diinapi pelancong.

    Kelar ke Way Kambas, biasanya wisatawan akan membidik kunjungan ke Gunung Anak Krakatau. Inilah tempat yang paling ikonis di Lampung. Namun Budihatro mengimbau pelancong tetap mematuhi peraturan pendakian. Bila kondisinya tak memungkinkan lantaran aktivitas vulkanis tinggi, wisman diminta untuk menunggu atau mengatur ulang jadwal kunjungan.

    Saat ini, ada dua transportasi yag digemari wisman untuk ke Lampung. Di antaranya menggunakan pesawat melalui Jakarta atau menggunakan jalur darat dan udara melalui Pelabuhan Merak. Sampai sekarang, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung mencatat saban hari terjadi 64 pergerakan penerbangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Saham Lippo yang Jebol dan yang Melambung Dihantam Kasus Meikarta

    Jebloknya saham perusahaan-perusahaan Grup Lippo telah dimulai Selasa 16 Oktober 2018, sehari setelah KPK menangkap dan menetapkan Bupati Bekasi.