Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

11 Permintaan Tak Biasa Anak Gimbal dalam Dieng Culture Festival

image-gnews
Prosesi pemotongan rambut anak gimbal di Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataram kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana
Prosesi pemotongan rambut anak gimbal di Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataram kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu, 5 Agustus 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Sebelas anak gimbal diarak ke panggung utama Dieng Culture Festival 2018 yang bertempat di pelataran kompleks Candi Arjuna, Banjarnegara, Minggu pagi, 5 Agustus. Mereka akan menjalani prosesi pemotongan rambut. Di tengah hawa dingin yang mencapai 11 derajat, ke-11 anak itu tampak meringkuk dalam gendongan orang tuanya.

Tubuh mereka terbalut baju putih menyerupai kebaya, juga lengkap mengenakan kain batik alias jarik. Di tengah puluhan ribu wisatawan yang penasaran dengan ritual bumi khas negeri atas awan itu, 11 anak ini tampak tak grogi. Mereka sesekali malah melambaikan tangannya.

Rambut-rambut anak gimbal itu dibungkus kain berwarna putih. Bagian tersebutlah yang bakal dipotong oleh para sesepuh atau pemangku adat. Pemangku adat warga setempat, yakni Mbah Sumarsono dan Mbah Sumanto, sudah bersedia di muka panggung. Mereka sebelumnya telah mengikuti ritual arak-arakan bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Kedua sesepuh Dieng itu menyandang pakaian Jawa komplet dengan sorjan warna hitam dan cream. Mereka berjaga didampingi para penabuh gamelan dan pembawa ubo-rampe ngalap berkah.

Prosesi pemotongan rambut anak gimbal adalah ritual rutin. Masyarakat wajib mengupacarainya dengan rangkaian adat. Para anak gimbal ini konon dipercaya sebagai titisan Kyai Kolo Dete, leluhur Dieng yang hidup sejak abad ke-14. Rambut mereka akan berubah gimbal kalau mereka dianggap 'terpilih'.

Rambut gimbal mereka tumbuh semerta-merta, dan tidak sejak lahir. Juga bukan karena garis keturunan.

Rambut gimbal bisa dipotong kalau si anak sudah memintanya. Namun dengan syarat khusus. Selain dengan ritual, keinginan para anak kudu terwujud. Biasanya, permintaan mereka tak biasa.

Dalam prosesi pemotongan rambut gimbal yang dilakukan bersamaan dengan Dieng Culture Festival 2018, permohonan para anak gimbal ini unik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Anak pertama, yakni Zalia Kiranya Zalia Widardo, 4 tahun, memiliki permintaan es krim rasa cokelat. Sedangkan anak kedua, Laela Handayani, 6 tahun, yang berasal dari Cikampek, Jawa Barat, meminta tablet untuk mainan bergambar apel.

Adapun anak ketiga, Nadhira Thafana Pramarsetyo, 4 tahun meminta ikan lele satu ekor. Anak keempat, Aulia Malihatunisa, 7 tahun, memiliki permohonan ponsel, sepeda, boneka, dan baju muslim.

Fitria Nur Rahmadzani, yakni anak kelima, 8 tahun, meminta sepeda, bakso, wortel, burung kenari, ayam, dan tempe gembus. Lain lagi dengan anak keenam, Mysha Kirana Saputra, 5 tahun, meminta tiga ekor entok dan sepatu roda.

Anak ketujuh, Salwa Khoirun Nisa, 7 tahun, meminta kerupuk rambak dan permen yupi masing-masing dua bungkus. Lantas anak kedelapan, Nibaul Khasanah, 6 tahun, meminta sepeda warna merah jambu dan sepatu sekolah lengkap dengan kaus kakinya.

Sedangkan anak kesembilan, yakni Elsa Fitriani, 9 tahun, meminta roti regal bermerek Mari sebanyak dua bungkus besar dan kambing jantan. Kemudian anak kesepuluh, Nurlela Herawati, 12 tahun, meminta kue bolu black forest. Anak kesebelas, alias anak terakhir, Puput Cahyaningsih, 7 tahun, meminta ponsel dan mercon.

Permintaan tak biasa ini diberikan sewaktu prosesi pemotongan rambut gimbal kelar. Ganjar mengatakan permohonan yang unik, yang kadang tak bisa dipahami nalar orang dewasa, tersebut adalah wujud fenomena budaya yang harus dihargai dan dilestarikan. "Secara kultural, fenomena ini menarik. Tidak bisa dipahami, tapi biarkan jadi misteri," katanya.

Seusai upacara pemotongan, dilakukan kembul ngalap berkah. Penyelenggara ritual telah menyediakan beragam ingkung dan nasi uduk serta buah-buahan dan jajanan pasar untuk dinikmati para pengunjung.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Dieng Culture Festival Diselenggarakan Agustus 2024, Usung Tema Back To Journey

15 hari lalu

Embun beku menyelimuti lokasi Dieng Culture Festival 2018 di kawasan Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu, 4 Agustus 2018. Suhu ekstrem ini bahkan membuat air keran membeku pada pagi hari. ANTARA/Idhad Zakaria.
Dieng Culture Festival Diselenggarakan Agustus 2024, Usung Tema Back To Journey

Setelah tahun lalu ditiadakan, Dieng Culture Festival (DCF) kembali di gelar pada Agustus 2024. Ini tema, lokasi, dan harga tiketnya.


Ragam 5 Kuliner Khas Dieng Wonosobo yang Lezat

19 hari lalu

Tempe Kemul. (dok.cookpad.com)
Ragam 5 Kuliner Khas Dieng Wonosobo yang Lezat

Ini dia 5 makanan khas yang harus dicoba saat berwisata ke Dieng, Wonosobo


Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Pegunungan Dieng: Dieng Park Hingga Lubang Sewu

19 hari lalu

Seorang wisatawan menikmati suasana matahari terbit di Punthuk Mongkrong, Giri Tengah, Bukit Manoreh, Magelang, Jawa Tengah, 30 Juli 2016. Pemandangan matahari terbit dari Punthuk Mongkrong tidak kalh indahnya dengan Gunung Bromo dan Bukit Sikunir, Dieng. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Pegunungan Dieng: Dieng Park Hingga Lubang Sewu

Di tengah pesona alam Dataran Tinggi Dieng yang telah terkenal, kini muncul sebuah destinasi baru yang siap memikat pengunjung dengan keindahannya.


Inilah Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng

20 hari lalu

Suasana komplek Candi Arjuna di mana pada hari hari tertentu terjadi fenomena embun es atau embun upas di Kawasan Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad, 23 Juni 2024. Sejak suhu di kawasan Dieng mencapai minus 5 derajat, kunjungan wisatawan yang berburu fenomena embun es naik hingga 30 persen atau 2.100 pengunjung per hari. Tempo/Budi Purwanto
Inilah Waktu Terbaik untuk Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng

Periode terbaik untuk berwisata ke Dataran Tinggi Dieng yaitu pada bulan Juli-September, atau pada waktu hari kerja.


Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

48 hari lalu

Telaga Merdada terlihat dari atas ketinggian 2.500 meter, di Dieng, Banjarnegara, (4/10). Penghujung musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Aris Andrianto/Tempo
Dieng Caldera Race Digelar 8-9 Juni 2024, Peserta Diajak Lari Menikmati Keindahan dan Dinginnya Dieng

Pada Juni hingga Agustus, suhu udara di ketinggian Dieng mencapai nol derajat Celcius, bahkan minus.


12 Oleh-Oleh Khas Dieng Wonosobo yang Banyak Diburu Wisatawan

9 November 2023

Peserta membentangkan Bendera Merah Putih saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila di kompleks Candi Arjuna dataran tinggi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jateng, Jumat 1 Oktober 2021. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat diantaranya Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan Kebudaayan Riset dan Teknologi, Asosiasi Kerajaan dan Kesultanan Indonesia, serta pelestari adat dan budaya membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. ANTARA FOTO/Anis Efizudin
12 Oleh-Oleh Khas Dieng Wonosobo yang Banyak Diburu Wisatawan

Dari makanan hingga kerajinan tangan, nilah 12 oleh oleh khas Dieng Wonosobo yang banyak diburu oleh wisatawan.


15 Wisata Paling Hits di Dieng Beserta Harga Tiket Masuk

9 November 2023

Sejumlah pengunjung menikmati keindahan peninggalan sejarah candi Arjuna bercorak Hindu aliran Syiwa, bangunan keagamaan tertua di Jawa berdasarkan prasasti bertuliskan Jawa Kuno menunjukkan tahun 808 M, di Kompleks Candi pegunungan Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis, 22 Desember 2022. Para ahli Arkeologi memperkirakan bahwa Candi Dieng dibangun melalui tahap pertama meliputi Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Srikandi, dan Candi Gatotkaca, diperkirakan dilakukan akhir abad 7 hingga abad 8 dan tahap kedua sampai sekitar tahun 780 M terdiri dari 8 bangunan candi, atas perintah Raja-raja Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Kalingga (594-782 Masehi). Kompleks Candi Dieng pertama kali ditemukan oleh tentara Inggris yang sedang berwisata di kawasan pegunungan Dieng pada tahun 1814. TEMPO/Imam Sukamto
15 Wisata Paling Hits di Dieng Beserta Harga Tiket Masuk

Dari Telaga Menjer hingga Wisata Alam Patean Tambi, inilah 15 tempat wisata hits di Dieng yang bisa dikunjungi beserta harga tiket masuknya.


Merawat Situs Cagar Budaya Lewat Sadar Vegetasi Diserukan di Candi Prambanan

26 Oktober 2023

Forum dialog gerakan Siap Sadar Lingkungan di Komplek Candi Prambanan, Rabu petang (25/10/2023). Dok.istimewa
Merawat Situs Cagar Budaya Lewat Sadar Vegetasi Diserukan di Candi Prambanan

Kondisi lingkungan dan alam, seperti di wilayah gunung berapi, bisa mengancam keberadaan situs cagar budaya.


Penyebab Embun Es di Bromo dan Dieng, Apakah Beracun?

9 September 2023

Pesona Dieng saat musim kemarau ditandai dengan munculnya kabut tipis yang disebut ampak-ampak oleh warga setempat, (12/8). Kabut itulah yang nantinya akan menjadi embun upas atau butiran salju karena suhu bisa menembus nol derajat celcius. (Aris Andrianto/Tempo)
Penyebab Embun Es di Bromo dan Dieng, Apakah Beracun?

Fenomena embun es terdapat di Gunung Bromo dan Dieng. Bagaimana terbentuknya? Apakah berbahaya, mengapa warga Dieng sebut embun racun?


Kenali 10 Gunung di Jawa Tengah, Tak Hanya Gunung Merbabu dan Merapi Saja

29 Agustus 2023

Pengunjung mengambil gambar pemandangan Gunung Sindoro-Sumbing saat matahari terbit atau sunrise yang terlihat dari Gunung Prau di Wonosobo, Jawa Tengah, 13 Oktober 2019. Jarak tempuh ke Gunung Prau yang tidak terlalu jauh menjadi daya tarik para wisatawan.TEMPO/Fajar Januarta
Kenali 10 Gunung di Jawa Tengah, Tak Hanya Gunung Merbabu dan Merapi Saja

Jawa Tengah dihiasi gunung-gunung yang berjejer. Berikut 10 gunung tersebut yang wajib masuk daftar para pendaki.