Selasa, 13 November 2018

Hotel Kapsul Bermunculan di Kota-kota Besar, Apa Pemicunya?

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kamar di Bobobox. www.bobobox.co.id

    Ilustrasi kamar di Bobobox. www.bobobox.co.id

    TEMPO.CO, Bandung - Setahun belakangan ini bermunculan tempat-tempat penginapan dengan konsep hotel bujet di berbagai kota besar di Indonesia. Hotel berfasilitas standar bertarif murah itu akrab disebut hotel kapsul. Perang tarif hotel berbintang disebut sebagai pemicu kemunculannya.

    Hotel kapsul berisi kamar-kamar yang umumnya hanya berisi kasur ukuran satu atau untuk dua orang. Penempatan kasurnya ada yang berupa ranjang bertumpuk dua atau kamarnya yang ditumpuk. Adapun barang seperti meja, kursi, televisi, termasuk kamar mandi dan toilet, ditempatkan di luar kamar. Fasilitas semacam itu biasanya ditempatkan di ruang komunal untuk dipakai bersama.

    Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan di Bali, hotel kapsul bermunculan walau jumlahnya belum terhitung banyak. Target konsumen umumnya menyasar ke kalangan pelancong domestik maupun asing atau backpacker yang mencari akomodasi berbiaya murah namun masih memberikan kenyamanan.

    Baca Juga: 

    6 Pertimbangan Sebelum Memesan Hotel Kapsul atau Hostel

    Hostel sampai Hotel Bintang 3, Mana yang Cocok untuk Backpacker? 

    Managing partner Bobobox di Bandung, Antonius Bong mengatakan, fenomena hotel kapsul mulai banyak bermunculan di beberapa kota di Asia. Bobobox ikut meramaikan penginapan baru di Bandung berkonsep hotel bujet setelah peluncuran Jumat, 27 Juli 2018.

    Penyebab munculnya hotel kapsul, kata Antonius, karena kompetisi hotel bintang tiga dan empat yang ketat sehingga menimbulkan perang harga. Penawaran yang banyak sementara permintaan kurang akhirnya membuat kerugian. “Kita melihat peluang untuk menawarkan penginapan yang lebih baik dan efisien, dan pemasukan tetap sehat,” katanya.

    Arsitek di Bandung, Yu Sing mengatakan, fenomena hotel kapsul bermunculan seperti di Singapura dan Thailand yang tarifnya tergolong murah. “Sekasur bisa kurang dari Rp 100 ribu,” katanya pada Rabu, 25 Juli 2018. Dari sudut pandang arsitektur dia melihat, lahan dan bangunan yang dipakai juga jadi hemat. Lebih bagus lagi jika lahan disisakan untuk pepohonan agar penghuninya kian nyaman. Pada beberapa kota yang harga lahannya mahal, hotel kapsul menjadi siasat baru bagi bisnis penginapan.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?