Teknologi VR Games Mulai Banya Dipakai Wahana Hiburan Indonesia

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pengunjung menggunakan kaca mata VR saat memainkan permainan dalam acara Paris Games Week di Paris, Prancis, 26 Oktobe 2016. REUTERS/Benoit Tessier

    Seorang pengunjung menggunakan kaca mata VR saat memainkan permainan dalam acara Paris Games Week di Paris, Prancis, 26 Oktobe 2016. REUTERS/Benoit Tessier

    TEMPO.CO, Jakarta -Tren wahana rekreasi buatan di Indonesia berkembang dari masa ke masa.
    Bahkan, atraksi hiburan bikinan manusia saat ini mulai merambah berbagai daerah. “Dan, bukan lagi hanya ada di perkotaan,” kata President Director PT Funworld Prima Rachmat Sutiono, Rabu, 25/7. Dari segi teknologi sudah banyak yang memanfaatkan teknologi VR games untuk menarik minat pengunjung.

    Uniknya, banyak wahana hiburan kini juga berada di tempat-tempat tak terduga, semisal minimarket. Jenis permainannya pun kini makin bervariasi.

    Baca juga: Apa Itu Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality?

    Di Indonesia, mainan yang berkembang memiliki karakter khusus. Ketua Asosisai Rekreasi Keluarga Indonesia (Arki) Taufik Wumu mengatakan setidaknya ada empat karakter permaianan buatan yang saat ini berkembang di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat pembukaan pameran Fun Asia di Jakarta International Expo Kemayoran, Rabu, 25 Juli 2018.

    1. Transaksi permainan

    Rata-rata ada dua pilihan transaksi yang digunakan untuk bermain, yakni dengan kartu dan dengan koin. Di Indonesia, tren menggunakan kartu sedang berkembang. Cara ini dinilai lebih efisien dubanding dengan koin. Sementara koin sudah mulai ditinggalkan. "Mayoritas sudah pakai jartu sekarang. Kalau koin ketinggalan zamanlah," ujarnya.

    2. Didominasi permainan kelas menengah.

    Wahana yang banyak ditemui di Indonesia biasanya untuk kelas menengah. Di antaranya berupa wahana dengan ukuran yang tak terlalu besar dengan tarif permainan yang tidak terlampau mahal. Misalnya adu tembak seperti games yang terdapat di dalam mal. Ada juga wahana yang mengunggulkan gerak tubuh atau dance. "Itu yang sedang disukai anak muda," katanya.

    3. Mulai berkembang VR GamesSeorang pengunjung menggunakan kaca mata VR saat memainkan permainan dalam acara Paris Games Week di Paris, Prancis, 26 Oktobe 2016. REUTERS/Benoit Tessier

    Teknologi VR atau virtual reality games mulai mencuat. VR memberikan pengalaman lain bermain di dunia maya dengan pengalaman seperti di dunia nyata.

    4. Banyak diadopsi dari Cina

    Hampir semua wahana di Indonesia diadopsi dan diimpor dari Cina. Misalnya bom-bom car. "Cina menguasai setengah lebih pasar wahana di Indonesia. Bahkan dua pertiga," ujar Taufik.

    Permainan dari Cina umumnya merupakan permainan untuk kelas menengah. Selaim Cina, wahana banyak diadopsi dari Taiwan dan Korea. Sedangkan yang ukurannya besar dan masif, seperti roaler coaster, Indonesia masih mempercayakan produsen Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.