Rekomendasi LAPAN untuk Awam dalam Menikmati Gerhana Bulan Total

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang kekasih mengabadikan fenomena alam langka dengan memotonya menggunakan kamera saat terjadinya Gerhana Bulan Total atau Super Moon di Caracas, Venezuela, 27 September 2015. REUTERS

    Sepasang kekasih mengabadikan fenomena alam langka dengan memotonya menggunakan kamera saat terjadinya Gerhana Bulan Total atau Super Moon di Caracas, Venezuela, 27 September 2015. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Balai Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan fenomena gerhana bulan micro-blood moon yang akan terjadi pada 28 Juli 2018 bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia dari sejumlah tempat. Gerhana diprediksi akan terjadi pada pukul 01.24 sampai 05.19 WIB.

    "Gerhana bulan kali ini bisa disaksikan lewat mana saja, sama seperti kita melihat bulan purnama," kata Djamaluddin saat dihubungi pada Rabu, 25 Juli 2018.

    Gerhana bulan total yang akan memecahkan rekor fase terlama ini dapat dilihat dengan mata telanjang asal cuaca cerah. Setidaknya, ada tiga lokasi seru untuk menyaksikan gerhana yang istimewa lantaran lintasan bulan berada pada titik terjauh ini.Foto kolase gerhana bulan total dilihat dari kawasan Pantai Ancol, Jakarta, 31 Januari 2018. Awan menutup sebagian penampakan gerhana bulan yang terjadi bersamaan dengan peristiwa Blue Moon dan Supermoon ini. TEMPO/Subekti.

    1. Di lima kantor LAPAN di Indonesia

    Djamaluddin berujar, setidaknya ada enam kantor LAPAN yang bakal dibuka saat gerhana bulan nanti. Kantor ini dibuka khusus bagi pengunjung yang ingin menyaksikan fenomena gerhana bulan secara komunal di Indonesia.

    "Pertama di Pasuruan, Jawa Timur. Di sana disediakan 23 teleskop untuk mengamati gerhana bulan," katanya. Kota lain ialah Pontianak, Garut, Bukittinggi, dan Sumedang. Djamaluddin mengatakan, umumnya kantor LAPAN akan disambangi oleh anggota komunitas astronomi atau masyarakat umum.

    2. Planetarium

    Selain di kantor LAPAN, Djamaluddin merekomendasikan masyarakat datang ke planetarium untuk menyaksikan fenomena gerhana bulan. Di titik pengamatan khusus ini, masyarakat dapat melihat proses micro blood moon secara detail menggunakan teleskop.

    "Namun, risikonya harus sabar karena alatnya gantian," ucapnya. Planetarium yang dapat dikunjungi, kata Djamaluddin, misalnya di Taman Ismail Marzuki Jakarta.

    3. Teras rumah

    Bila malas bepergian, masyarakat juga dapat melihat gerhana bulan kali ini dari teras rumah. Fase gerhana total bisa disaksikan mulai pukul 02.30 sampai 04.13 WIB. Masyarakat dapat menyaksikannya sambil minum teh dan bersantai dengan keluarga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.