Kopi Putri Malu, Minuman Khas Andalan Kabupaten Waykanan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kopi hitam. shutterstock.com

    Ilustrasi kopi hitam. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, memperkenalkan kopi robusta khas daerah itu yang disebut Putri Malu. Kopi ini diperkenalkan  dalam Festival Kopi 2018 di Kabupaten Lampung Barat.

    "Ini brand khas (dari) Kabupaten Waykanan. Kami ingin memperkenalkan kopi ini ke pelosok Provinsi Lampung dan pusat," kata Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan Bani Aras di lokasi pameran Festival Kopi 2018, Lampung Barat, Minggu, 22/7.

    Baca juga: Dua Kafe di Jakarta Selatan Ini Layak Dicoba

    Bani meyakinkan bahwa kopi putri malu berbeda dari kopi lainnya. Ciri khas kopi ini adalah lebih terasa kopinya dan juga lebih wangi. ”Putri Malu sudah mulai dipamerkan sejak 2017 agar bisa terkenal seperti kopi-kopi lainnya.”

    Wakil Bupati Waykanan Edward Antony mengatakan di daerahnya banyak jenis kopi, tetapi (semua) memakai merek kopi Putri Malu. Tujuannya adalah untuk sekaligus mempromosikan destinasi wisata Air Terjun Putri Malu yang ada di Kecamatan Banjit.

    "Kami harus fokus untuk memperkenalkan kopi, agar bisa melihat perkembangan kopi ke depannya," kata dia di Lampung Barat.

    Kabupaten Waykanan saat ini memiliki demplot kopi petik merah yang berada di Kecamatan Banjit, Kasui, dan Rebang Tangkas. Luas lahannya total mencapai 30 hektar.

    ANTARA

    Artikel lain: Warga Desa Tangkap Komodo yang Berkeliaran Di Luar Taman Nasional


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?