Perjuangan Risma Menyulap TPA jadi Taman Harmoni di Surabaya

Reporter

Wali Kota Surabaya, Tri Risma Harini, mengantar Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, jalan-jalan di Taman Harmoni Surabaya, 1 Mei 2016. Ikut menemani, Wakil Gubernur DKI Djarot Saeful Hidayat dan pengurus DPP PDIP. TEMPO/Widiarsi Agustina

TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma optimistis bahwa Taman Harmoni di Keputih, Surabaya bisa menjadi tujuan wisata kelas dunia jika terus dikembangkan.

Sebab taman tersebut berkonsep bunga, “Jadi, seluruhnya berbunga, baik pohonnya maupun semaknya. Seluruhnya berbunga," kata dia usai acara tanam pohon bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta di Taman Harmoni Surabaya, Kamis, 12/7.

Baca juga: 4 Kuliner Penghilang Lapar saat Tengah Malam di Surabaya

Acara tersebut digelar dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Bakti Adhiyaksa ke-58 dan HUT ke-18 HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini. Selain menanam poohn, juga ada pembuatan biopori. Ada pun yang pohon yang ditanam, antara lain, Jokorondo, Pule, Mahoni dan beberapa jenis lainnya.

Pada kesempatan itu Risma mengisahkan ikhtiarnya membangun Taman Harmoni. Dulunya, kata dia, tempat itu adalah lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Lalu  TPA pindah ke Benowo dan tanah itu sempat tidak dikelola selama hampir 10 tahun.

"Ketika saya menjabat kepala pertamanan, tanah ini tidak bisa ditanami apapun, karena masih mengeluarkan gas metan yang berbahaya,” kata Risma. Tapi ia tak menyerah, dan memanfaatkan lahan itu untuk ditanami bambu.

Lalu saat awal-awal menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, ada penelitian Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang menyatakan tanah tersebut sudah tidak mengandung gas metan lagi. Kondisi tanah dinilai sudah stabil.

Risma lalu menanam beragam tumbuhan di lahan tersebut. "Pokoknya saya tanami apapun yang kita punya. Sejak saat itu, penanaman di sini terus berlanjut."

Hingga kini lahan Taman Harmoni baru dimanfaatkan sepertiganya dari luas keseluruhan sekitar 60 hektare. Risma berharap kementerian dan juga CSR dari berbagai perusahaan bersedia menanam di taman itu.  Maka Risma mengucapkan terima kasih kepada kejaksaan yang melakukan bakti sosial di Kota Surabaya dan Taman Harmoni ini.

Perjuangan Risma dan jajarannya tak sia-sia. Taman Harmoni kini terlihat indah dan hijau, sehingga menginspirasi beberapa kalangan. "Bahkan, Singapura pun tertarik belajar ke Surabaya dari segi taman dan hijaunya kota," kata Risma.

 Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Sunarta mengatakan penghijauan ini merupakan bentuk bakti sosial yang biasa dilakukan kejaksaan. "Kami juga menyadari sebagai bagian dari masyarakat. Jadi, kami bukan hanya melulu soal penindakan hukum, tapi juga berbuat untuk masyarakat," kata Sunarta. Dia menyatakan siap mendukung apapun kegiatan Pemkot Surabaya berikutnya.

ANTARA

Artikel Lain: Menjajal Pepes Bandeng Kuliner Andalan di Surabaya






Menambah 1 Persen Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Perlu Lahan 650 Hektare

23 jam lalu

Menambah 1 Persen Ruang Terbuka Hijau di Jakarta Perlu Lahan 650 Hektare

Secara hitungan IPB, saat luas ruang terbuka hijau di DKI telah mencapai 15 persen, artinya perlu 15 persen lagi agar memenuhi UU. Perlu terobosan.


Bunga Tabebuya Bermekaran Seolah di Jepang, Begini Cara Menanam dan Merawatnya

2 hari lalu

Bunga Tabebuya Bermekaran Seolah di Jepang, Begini Cara Menanam dan Merawatnya

Bunga tabebuya yang mirip dengan bunga sakura ini dapat ditanam dan beradaptasi di tanah tropis. Lantas, bagaimana menanam dan merawat bunga itu?


Daftar Sekolah Pramugari dari Yogyakarta sampai Balikpapan, Berapa Biaya Pendidikannya?

2 hari lalu

Daftar Sekolah Pramugari dari Yogyakarta sampai Balikpapan, Berapa Biaya Pendidikannya?

Banyak orang ingin menjadi pramugari sehingga perlu menempuh pendidikan untuk menggapainya. Ini daftar sekolah pramugari dan biaya pendidikannya.


Pengunjung yang Merusak Tebet Eco Park Diberi Kartu Merah, Tak Boleh Datang Selama 3 Bulan

2 hari lalu

Pengunjung yang Merusak Tebet Eco Park Diberi Kartu Merah, Tak Boleh Datang Selama 3 Bulan

Pemprov DKI akan memberi sanksi kartu merah bagi pengunjung yang merusak Tebet Eco Park. Pengunjung harus mendaftar lewat aplikasi JAKI.


Tebet Eco Park Masih Tutup, Warga Olahraga di Trotoar dan Taman Sekitar

4 hari lalu

Tebet Eco Park Masih Tutup, Warga Olahraga di Trotoar dan Taman Sekitar

Tebet Eco Park masih ditutup hingga Ahad, 3 Juli 2022. DKI Jakarta pun telah mengumumkan penutupan taman itu diperpanjang


Melepas Penat di Taman Rusa Sekupang Batam

6 hari lalu

Melepas Penat di Taman Rusa Sekupang Batam

Awalnya Taman Rusa Sekupang ini merupakan sarana untuk berolahraga bagi para pegawai BP Batam, suasananya masih asri.


Surabaya-Livepool Inggris Kerja Sama Pendidikan Inklusi

8 hari lalu

Surabaya-Livepool Inggris Kerja Sama Pendidikan Inklusi

Pemerintah Kota Surabaya dan Kota Liverpool, Inggris, bekerja sama dalam bidang pendidikan inklusi. Apa saja bentuk kerja samanya?


Pemkot Surabaya Tutup Sementara Holywings untuk Hindari Kegaduhan

8 hari lalu

Pemkot Surabaya Tutup Sementara Holywings untuk Hindari Kegaduhan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memutuskan menutup sementara Holywings sampai permasalahan yang membelit tempat hiburan itu tuntas.


Daftar Kandidat PDIP untuk Pilgub DKI, Ada Gibran dan Risma

11 hari lalu

Daftar Kandidat PDIP untuk Pilgub DKI, Ada Gibran dan Risma

PDIP menyiapkan sejumlah kadernya untuk bertarung di Pilgub DKI. Berikut daftarnya


Libur Sekolah Tiba, Inilah 4 Rekomendasi Wisata di Jawa Timur yang Layak Dikunjungi

14 hari lalu

Libur Sekolah Tiba, Inilah 4 Rekomendasi Wisata di Jawa Timur yang Layak Dikunjungi

Jawa Timur memiliki banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi. Berikut empat wisata yang direkomendasikan untuk dikunjungi selama libur sekolah.