Kamis, 19 Juli 2018

Menikmati Daging Steak Bumbu Tongseng di Jakarta

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sajian Tongseng Lamb Chop di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Senin siang, 9 Juli 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Sajian Tongseng Lamb Chop di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Senin siang, 9 Juli 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sajian steak identik dengan ragam bebumbuan khas Eropa. Semisal barbeque, blackppaper, bernaise, atau mushroom. Namun, apa jadinya bila penganan ala western ini dipadukan dengan ragam bumbu Nusantara?

    Chef Zippo, koki Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, memodifikasi steak dengan masakan khas Jawa Tengah, yakni tongseng. Dalam hidangan yang ia sajikan kepada Tempo pada Senin siang, 9 Juli 2018, di restoran hotel tersebut, terhidang sepiring potongan daging mirip steak yang diguyur saus kaldu berwarna kemerahan.

    Baca: Steak Enak, Kurang dari Rp 200 Ribuan

    "Ini tongseng lamb chop," ujar Chef Zippo. Daging domba ini didatangkan langsung dari Australia dengan kualitas impor. Zippo tak menjelaskan kelas dagingnya. Namun ia menekankan bahwa daging tersebut masuk kategori standar untuk pembuatan steak premium.

    Sajian Tongseng Lamb Chop di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Senin siang, 9 Juli 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Seperti steak pada umumnya, daging tersebut tampak kecokelatan karena di-grilled atau dipanggang. Pemanggangannya pun tak lama. Maksimal hanya 15 menit.

    Pemanggangan yang tak terlampau lama membuat tekstur daging tak rusak

    Daging tampak dibanjiri kuah tongseng yang mlekoh. Kuah tongseng ini memilik citarasa gurih dan pedas khas masakan nusantara. Bumbu ketumbarnya terasa mendominasi. Adapun warna kuning kemerahan berasal dari kunyit dan cabai yang mengesankan penampilan kekayaan rempah-rempah Tanah Air.

    Sajian Tongseng Lamb Chop di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Senin siang, 9 Juli 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Berbeda dengan tongseng khas Solo yang masih terdapat citarasa manisnya, seperti kuliner Jawa Tengah lainnya, tongseng di sini lebih royal bebumbuan yang menghasilkan kesan asin dan gurih.

    Baca: Menikmati Sensasi Steak di Willie Brothers

    Daging tongseng bagian iga ini utuh layaknya steak. Bukan seperti tongseng pada umumnya yang diiris kecil-kecil. Pengunjung pun boleh memilih tingkat kematangan dagingnya, yakni antara rare, medium, dan medium well.

    Tongseng lamb chop menjadi hidangan utama kala makan malam. Cocok dinikmati dengan nasi. Nasi menetralkan kandungan kuat kuah yang berempah.

    Seporsi tongseng berbalut daging steak ini dibanderol Rp 135 ribu per porsi. Harga tersebut belum termasuk pajak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.