Jumat, 14 Desember 2018

Libatkan Anak Muda, Kemenpar bangun 100 Destinasi Digital

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Talkshow Waktu Indonesia Berlibur oleh We The Youth yang digelar di Epicentrum Kuningan, Jumat malam, 29 Juni. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam Talkshow Waktu Indonesia Berlibur oleh We The Youth yang digelar di Epicentrum Kuningan, Jumat malam, 29 Juni. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Pariwisata tengah merencanakan pembangunan 100 destinasi digital di 34 provinsi di Indonesia. Destinasi buatan itu dirancang sebagai salah satu upaya untuk menarik kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air sampai akhir 2019. 

    Destinasi digital merupakan destinasi yang populer di dunia maya. Penampakannya mementingkan keindahan visual yang menarik untuk dipotret. Destinasi digital dikembangkan menyesuaikan selera anak muda yang doyan berlibur sambil berfoto.

    Diferensiasi produk wisata dalam destinasi digital ini merujuk pada tersedianya spot yang disebut “Instagrammable” atau “Instagenic” bagi generasi masa kini. Destinasi buatan diyakini cepat dikenal massa karena persebarannya sangat masif melalui media sosial.

    Menteri Arief Yahya mengatakan pembangunan destinasi digital bakal melibatkan peranan anak muda, mulai perencanaan sampai pemasarannya.

    “Saat ini, 70 persen search and share daerah wisata dicapai melalui sistem digital atau gadget,” kata Menpar Arief dalam acara talkshow YOUTH x Public Figure di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat malam, 29 Juni.

    Baca Juga: 

    Ini Penyebab Kunjungan Turis Cina dan India ke Indonesia Naik

    Pintu Udara Masih Menjadi Jalur Masuk Favorit Wisman Datang ke Bali

    Melalui Generasi Pesona Indonesia (GenPi) bentukan Kemenpar, anak muda yang tergabung dalam komunitas di tiap daerah diberi wadah untuk membangun dan mengembangkan destinasi tersebut. Menpar menyebut, Pasar Karetan di Semarang adalah produk destinasi digital yang dapat diimitasi oleh daerah-daerah lain.

    Adapun komunitas yang telah membangun destinasi digital lebih dulu harus memberikan training of trainer atau TOT kepada anak-anak muda lain di daerahnya. Langkah ini nantinya seperti jarang laba-laba yang meluas.

    Arief menyebut, destinasi digital cukup menguntungkan lantaran biaya pembuatannya murah, sedangkan media value-nya sangat besar. “Biaya membangun destinasi digital itu sekitar Rp 200 juta. Tapi hasilnya jauh lebih besar,” ujarnya. Di era ini, menurut Menpar, destinasi digital adalah investasi wisata yang menguntungkan. “Paling mudah, paling murah, cepat populer,” katanya.

    Selain destinasi digital, Kementerian Pariwisata tengah mengembangkan nomadic tourism. Nomadic tourism merupakan solusi untuk mengatasi keterbatasan akomodasi di daerah-daerah wisata. Konsepnya yang berbentuk penginapan glamorous camp, caravan, atau home pod menjadi daya tarik bagi anak muda.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.