Homepod, Homestay Ramah Lingkungan untuk Kongko Turis di Bali

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Homepod atau penginapan berbentuk rumah telur yang terbuat dari bahan-bahan alam telah dibangun di tepi Danau Ulun Danu, Tabanan, Bali.(Facebook Kementerian Pariwisata)

    Homepod atau penginapan berbentuk rumah telur yang terbuat dari bahan-bahan alam telah dibangun di tepi Danau Ulun Danu, Tabanan, Bali.(Facebook Kementerian Pariwisata)

    TABANAN – Homepod atau penginapan berbentuk rumah telur yang terbuat dari bahan-bahan alam telah dibangun di tepi Danau Ulun Danu, Tabanan, Bali. Konsep penginapan ramah lingkungan ini dirancang dan didanai oleh Kementerian Pariwisata sebagai percontohan.

     

    “Pembangunan homestay rumah desa ini satu unit biayanya Rp 150 juta, sudah termasuk genset. Ini tidak mahal untuk nomadic tourism," ujar Deputi Pemasaran I Kemenpar I Gde Pitana dalam siaran pers Kemenpar, Minggu, 24 Juni.

     

    Homepod diklaim ramah lingkungan lantaran didirikan menggunakan material bambu dan minim penggunaan alat-alat elektronik. Turis yang menginap di sini diharapkan bakal serasa kembali ke alam. Mereka benar-benar murni akan menikmati lanskap.

     

    Para turis pun, ketika kongko di depan rumah, akan disajikan oleh keindahan Danau Ulun Danu. Ketika malam, bintang-bintang di langit luas akan menjadi sajian utamanya. Tentu saja bukan televisi, gawai, atau peranti modern lain yang bakal dinikmati.

     

    Karena memiliki bentuk yang sederhana seperti hunian-hunian di desa, penginapan ini dijuluki rumah desa. Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti mengatakan homepod bisa menjadi inspirasi bagi para pelaku industri pariwisata. Menurutnya, amenitas dalam bentuk homepod sangat cocok dengan karakter destinasi wisata di Tabanan.

     

    "Kami senang sekali Ulun Danu Beratan dibangun homepod rumah telur. Kami juga berencana akan membangunnya lagi di beberapa lokasi di Tabanan," tutur Ni Putu Eka Wiryastuti.

     

    Kementerian Pariwisata sebelumnya sudah meresmikan homepod serupa di Danau Toba. Pembangunan homepod dilakukan sejalan dengan dirancangnya konsep nomadic tourism yang diyakini bakal mendongkrak jumlah amenitas pariwisata.

     

    Menteri Pariwisata Arief Yahya berniat menambah pembangunan homestay berkonsep semi-permanen ini di sejumlah daerah wisata.  "Kami akan kembangkan nomadic tourism di beberapa daerah dan menyediakan fasilitas seperti karavan, glamping (glamorous camping), dan homepod, bahkan seaplane," katanya, beberapa waktu lalu.

     

    Sesuai dengan karakter nomadic, homepod bisa dipindah-pindah alias dibangun, tapi tidak permanen. Konsep pembangunan amenitas yang demikian sangat cocok diaplikasikan di daerah-daerah yang belum banyak memiliki fasilitas akomodasi.

     

    Menpar pun berjanji akan memberikan insentif bagi pelaku industri wisata yang mengembangkan nomadic tourism.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terselip Dissenting Opinion dalam Keputusan MK Menolak Uji Formil UU KPK

    Mahkamah Konsituti menolak permohonan uji formil UU KP. Seorang hakim memberikan dissenting opinion dalam keputusan itu.