5 Aturan Yang Harus Dicermati di Museum Sejarah Jakarta

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Museum Fatahillah.(TEMPO/Zulkarnaen)

    Museum Fatahillah.(TEMPO/Zulkarnaen)

    TEMPO.CO, Jakarta – Seribuan wisatawan tercatat menyambangi Museum Sejarah Jakarta di Kota Tua, Jakarta Barat, selang satu jam setelah museum itu dibuka pada hari H Lebaran, 15 Juni lalu. Tingginya animo pengunjung ini menjadi pertanda baik bagi pihak museum untuk mengawali libur panjang Lebaran 2018.

    “Itu berarti Museum Sejarah Jakarta memang masih menjadi favorit,” kata koordinator pemandu wisata Museum Kesejarahan Jakarta, Amat Kusaini Al-Alexs, saat ditemui di museum tersebut pada Jumat, 15 Juni 2018.

    Melonjaknya jumlah kunjungan wisatawan membuat pihak museum mengetatkan pengawasan. Sejumlah tenaga pemandu pun memiliki tugas ganda menjaga keutuhan koleksi museum.

    Baca: Ribuan Orang Mendatangi Museum Sejarah Jakarta Pada Hati Lebaran, Ini Alasannya. 

    Selain itu, tamu diminta untuk memenuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan demi menjaga keutuhan barang koleksi. Mereka juga diminta menjaga keamanan pengunjung lain. Bila Anda ingin berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta, beberapa aturan ini sebaiknya dipahami.

    1. Waktu kunjungan ke museum

    Waktu kunjungan museum dibatasi sampai pukul 17.00 setiap harinya. Itu berarti, pukul 16.20 pihak museum sudah menutup loket pembelian tiket. Bila ingin leluasa menikmati koleksi Museum Sejarah Jakarta, wisatawan bisa datang pagi-pagi benar pukul 08.00 seteah museum itu dibuka.

    Komunitas Jelajah Budaya, Unilever Green & Clean dan Komunitas Jakarta Green Monster membersihkan benda antik di museum Fatahillah kawasan Kota Tua dalam rangka CIF Cleaning Project, Jakarta, Selasa (3/7). Beberapa lokasi yang akan dibersihkan antara lain bunker pada Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), area halaman utama lapangan sekitar tugu Taman Fatahillah, kapal-kapal Museum Bahari, juga kaca, jendela dan lantai di Museum Wayang dan Museum Bahari. TEMPO/Tony Hartawan

    2. Boleh foto, asal tahu batasan

    Museum Sejarah Jakarta adalah salah satu museum yang membebaskan tamunya berfoto di dalam ruangan atau memotret koleksi-koleksi yang terpajang di gedung. Pengunjung juga boleh dengan bebas berswafoto di depan benda-benda sejarah atau tiap sisi di area musuem itu. Namun, disarankan pengunjung tahu batasan supaya ketika berfoto tak mengganggu tamu lain yang ingin menikmati koleksi museum.

    3. Tidak diperkenankan istirahat atau ‘ngadem’ di ruangan

    Pengunjung tidak diperkenankan untuk duduk-duduk di dalam ruangan atau ngadem. “Kalau mau istirahat, ada tempatnya yaitu di halaman belakang,” kata Alexs. Aturan ini ditegakkan supaya tak terjadi gangguan mobilisasi pengunjung yang keluar-masuk ruangan museum.

    4. Kunjungan di gedung lantai dua dibatasi jumlahnya

    Jumlah wisatawan menyambangi lantai dua museum dibatasi sekitar 700 orang tiap kunjungan. Sebab, usia gedung sudah tua. “Kalau sudah 700 orang, petugas akan menahan dulu,” tutur Alexs.

    5. Dilarang makan dan minum di dalam area museum

    Pengunjung boleh membawa makanan dan minuman di dalam gedung museum, tapi tidak diperkenankan menyantapnya di area tersebut. Sebab, dikhawatirkan akan mengundang semut bila remahan makanan atau cairan minuman jatuh. Hal itu akan berpotensi merusak koleksi.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.