Minggu, 16 Desember 2018

Libur Lebaran, Tip Orang Tua Ajak Anak Wisata

Reporter:
Editor:

Rita Nariswari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menyaksikan biota laut di aquarium raksasa di wahana Seaworld Ancol, Jakarta, 8 Juli 2016. Ancol menjadi alternatif libur lebaran dan wisata edukasi bagi anak-anak dengan menyaksikan berbagai macam biota laut. TEMPO/ Bintari Rahmanita

    Pengunjung menyaksikan biota laut di aquarium raksasa di wahana Seaworld Ancol, Jakarta, 8 Juli 2016. Ancol menjadi alternatif libur lebaran dan wisata edukasi bagi anak-anak dengan menyaksikan berbagai macam biota laut. TEMPO/ Bintari Rahmanita

    TEMPO.CO, Jakarta -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Kementerian Pariwisata mengeluarkan imbauan libur Lebaran yang tinggal hitungan hari. Imbauan itu disampaikan untuk memastikan anak-anak memperoleh haknya menikmati liburan dengan aman, nyaman, dan nihil diskriminasi.

    "Semua tempat harus memberikan perhatian terhadap keselamatan anak," kata Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Rizki Handayani saat jumpa wartawan di kantor Ketua KPI Pusat, Menteng, Selasa, 12 Juni 2018.

    Berikut tip untuk meminimalisasi adanya kecelakaan di tempat liburan, khususnya bagi  anak.

    1. Mengingat baju dan atribut yang dikenakan anak
    Orang tua hendaknya mengamati betul ciri-ciri anak sebelum berangkat libur Lebaran.   Mulai baju, topi, hingga tas yang dikenakan atau dibawa. Hal ini berguna untuk memudahkan bila anak-anak terpisah di tempat yang ramai. Biasanya, petugas akan mencatat anak berdasarkan atribut yang dikenakan.

    2. Mengajarkan anak mematuhi papan-papan peringatan
    Sejumlah tempat wisata biasanya memiliki papan peringatan. Umumnya papan peringatan tertempel di beberapa spot yang berbahaya atau tidak ramah anak. Misalnya wahana yang tidak diperuntukkan bagi anak-anak. Mereka harus dibiasakan untuk tidak melanggar. Sebab hal itu bahaya terhadap keselamatan.

    Anak juga sebaiknya memperhatikan imbauan untuk tidak berfoto alias selfie di tempat-tempat kurang aman. Seperti di tepi tebing atau tempat yang tak memiliki pagar pembatas.

    Seorang anak mencoba wahana Ayunan Langit di desa wisata Sepakung, Banyubiru, Kabupaten Semarang, 14 Januari 2018. Berbagai wahana dengan latar belakang potensi alam pegunungan dan tebing ditawarkan desa tersebut untuk menarik wisatawan. TEMPO/Budi Purwanto
    3. Menyesuaikan lokasi wisata dengan usia anak
    Orang tua sebaiknya membawa anak ke tempat yang sesuai dengan usianya. Misalnya tak mengajak anak batita atau usia di bawah 3 tahun ke tempat wisata alam yang ekstrem.

    4. Memperhatikan kedaluarsa makanan di tempat wisata
    Orang tua kerap lena dengan makanan yang dibelikan untuk anak-anaknya di lokasi wisata. Masa kedaluarsa makanan pun tidak dicek. Meski di tengah situasi yang ramai, orang tua harus tetap cermat memperhatikan kemasan makanan yang dijajakan di lokasi-lokasi pelancongan.

    5. Mengenakan tanda identitas pada anak
    Bagi anak batita, orang tua sebaiknya memasang identitas bertuliskan nama dan alamat. Identitas ini bisa ditempel atau dikalungkan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya peristiwa kehilangan anak di masa libur Lebaran.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.