Minggu, 24 Juni 2018

Mengenal Pulau Sentosa, Tempat KTT Donald Trump - Kim Jong Un

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capella Hotel di Pulau Sentosa, Singapura. Capellahotels

    Capella Hotel di Pulau Sentosa, Singapura. Capellahotels

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan bertemu di Pulau Sentosa, Singapura.

    Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, melalui akun Twitter resminya @PressSec, mengumumkan Donald Trump dan Kim Jong Un akan bertemu untuk pertama kalinya di Capella Hotel, Pulau Sentosa, Singapura. Pertemuan bersejarah ini dijadwalkan terjadi pada 12 Juni.

    We thank our great Singaporean hosts for their hospitality (kami berterima kasih kepada tuan rumah Singapura atas keramahtamahan mereka,” tulis Sanders melalui Twitter, 5 Juni kemarin. 

    Setelah pengumuman itu, pemerintah Singapura akan mensterilkan beberapa zona. Di antaranya Pulau Sentosa dan beberapa hotel di Singapura. Langkah yang dilakukan untuk upaya pengamanan itu dimulai pada Minggu, 10 Juni, hingga Kamis, 14 Juni. 

    Setelah informasi tersiar, sejumlah media internasional menyoroti keberadaan Pulau Sentosa. BBC menulis, pulau itu disinyalir menjadi tempat yang aman untuk menjembatani pertemuan Trump dan Kim Jong Un. Lokasinya tak jauh dari daratan Singapura dan memiliki fasilitas yang lengkap. 

    Akses ke pulau dapat dengan mudah dijangkau dengan monorail, kendaraan melalui terowongan, jalan kaki, bahkan naik kereta gantung. “Dan di sela waktu jeda pembicaraan bersejarah itu, apakah kita akan menyebutkan lapangan golf?” tulis BBC dalam laporannya.

    Pulau Sentosa merupakan satu dari 63 pulau yang membentuk wilayah Singapura. Pulau itu termasuk pulau kecil. Luas wilayahnya hanya 500 hektare. Namun pulau ini terkenal sebagai pusat wisata dan rumah bagi resor-resor mewah.

    Sejumlah kapal glamor berkelas high end bersandar di marina pribadi yang banyak dibangun di Sentosa tiap tahun. Sementara itu, di bagian tengah pulau, terdapat klub-klub golf mewah tempat pertemuan para taipan, bangsawan, dan penggede pemerintahan dari sejumlah negara.

    Pulau ini juga menjadi lokasi Universal Studio Singapore dan tugu The Merlion yang menjadi ikon negara itu. Tak jauh dari keduanya, terdapat Orchid Gardens yang menjadi favorit pelancong untuk berfoto di antara anggrek warna-warni.

    Di balik kemegahannya, Pulau Sentosa memiliki sejarah panjang. Sebelum Inggris masuk, Singapura sudah menjadi pusat perdagangan yang berkembang. Lalu pulau ini menjadi benteng pertahanan pada abad ke-19 dan pos perdagangan Inggris. 

    Keberadaannya menjadi saksi kelam perompakan, pertumpahan darah, dan perang para bajak laut. Pembantaian masif pun pernah terjadi dengan aksi brutal para penjarah. Maka itu, dulu, Pulau Sentosa dijuluki sebagai Pulau Blakang Mati yang berarti "pulau di belakang kematian".

    Pulau Sentosa banyak didiami oleh orang Melayu, Cina, dan Bugis. Masyarakat di pulau itu umumnya berdialog dengan bahasa Inggris, Mandarin, juga Melayu.

    REUTERS | BBC |  VISITSINGAPORE

    Artikel lain: Mengenal Tiga Lokasi Syuting Film Jurassic World


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.