Perayaan Waisak di Borobudur Diromosikan ke Thailand dan Vietnam

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biksu Budha menebar air suci kepada warga di sepanjang jalur kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 10 Mei 2017. Salah satu rangkaian Prosesi Waisak 2017 ini adalah kirab yang diikuti oleh biksu dan umat. Tempo/Budi Purwanto

    Biksu Budha menebar air suci kepada warga di sepanjang jalur kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 10 Mei 2017. Salah satu rangkaian Prosesi Waisak 2017 ini adalah kirab yang diikuti oleh biksu dan umat. Tempo/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, kembali dipromosikan ke kancah dunia, khususnya publik Thailand dan Vietnam. Kali ini melalui agenda tahunan yang rutin digelar di candi Budha terbesar itu, yakni ritual perayaan hari Waisak.

    Dalam upaya menggencarkan strategi promosi, Kementerian Pariwisata mengajak sembilan pemuka agama Budha atau monk dan enam jurnalis dari media Thailand serta Vietnam untuk tur di Borobudur. Tur itu diadakan pada 27 Mei hingga 1 Juni.

    Selama kunjungan, tamu dari negara tetangga ini dikenalkan dengan ritus perayaan Waisak 2562 BE di Borobudur yang puncaknya akan berlangsung pada esok, Selasa, 29 Mei. Puncak acara tersebut akan diisi dengan penerbangan lampion yang telah menjadi ikon Borobudur.

    Dalam rangkaian trip hari Waisak, para tamu akan mengunjungi sejumlah destinasi. Di antaranya Candi Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Ratu Boko, Desa Wisata Candirejo, Omah Kecebong Tourism Village, Keraton Yogyakarta, Taman Sari Yogyakarta, dan Malioboro.Suasana perayaan Detik-detik Waisak 2558BE/2014 pada pukul 2:15:37 di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, (15/5). Umat Budha memperingati hari lahir, hari kematian, dan hari saat Sang Buddha Gautama mendapat pencerahan mencapai nirvana. TEMPO/Suryo Wibowo

    Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata KBRI Hanoi, dan perwakilan Bhante dari Indonesia. “Promosi ini digencarkan untuk meningkatkan kunjungan wisman (wisatawan asing) Budha dari berbagai negara ke Indonesia,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana dalam siaran pers yang diterima Tempo pada Senin, 28 Mei 2018.

    Adapun perjalanan wisata pengenalan perayaan Waisak dimulai dengan prosesi arak-arakan dari pelataran Candi Mendut. Prosesi ini terbagi atas tiga etape. Pertama, pengambilan air berkat dari mata air (umbul) Jumprit di Kabupaten Temanggung dan penyalaan obor menggunakan sumber api abadi Mrapen di Kabupaten Grobogan.

    Kedua, ritual Pindapatta, yakni pemberian dana makanan kepada para bhikkhu/biksu oleh masyarakat (umat). Ketiga, Samadhi. Samadhi dilaksanakan pada detik-detik menjelang bulan purnama. Bulan purnama ditetapkan berdasarkan perhitungan falak sehingga puncak purnama bisa terjadi pada siang hari.

    Borobudur terus dipromosikan lantaran masuk dalam sepuluh destinasi pariwisata prioritas (DPP) yang akan dikembangkan menjadi Bali Baru. Borobudur berampingan dengan sembilan destinasi lainnya, yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Gunung Bromo-Tengger-Gunung Semeru (Jawa Timur), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara), dan Tanjung Kelayang (Belitung).

    Adapun Candi Borobudur telah diakui sebagai mahakarya budaya dunia oleh UNESCO. Keberadaannya kini terdaftar sebagai warisan budaya dunia. Melalui branding ini, pemerintah menargetkan pada 2019, sebanyak 2 juta wisman datang ke Borobudur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.