Sabtu, 26 Mei 2018

Menu Takjil Buka Puasa di Pasar Drive Thru Nitikan, Yogyakarta

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung membeli jajanan buka puasa di Pasar Ramadan Nitikan, Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Pengunjung membeli jajanan buka puasa di Pasar Ramadan Nitikan, Yogyakarta. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Datangnya bulan Ramadan mendorong munculnya berbagai pasar tiban yang menjajakan berbagai menu takjil buka puasa di sejumlah daerah. Termasuk di Kota Yogyakarta. Pasar tiban ini juga bermunculan di tiap sudut kota jelang waktu berbuka puasa. Salah satunya Pasar Sore Ramadan yang ada di Jalan Sorogenen Nitikan Kecamatan Umbulharjo.

    Sudah 10 tahun ini Pasar Sore Ramadan kampung Nitikan itu berjalan. Sebelumnya, nama beken pasar tiban itu Jalur Gaza yang merupakan singkatan dari Jajanan Lauk Sayur Gubuk Ashar Zerba Ada. Program pasar tiban ini dikelola pimpinan ranting Muhammadyah Nitikan.

    Ada ratusan penjual jajanan khas berbuka puasa di pasar ini. Semua pedagang berderet di pinggir jalan sejak pukul 15.00-17.45 WIB. Jika datang lebih awal atau tak terlalu dekat waktu berbuka, para pembeli tak perlu repot turun dari motornya. Tinggal memilih jajanan, bayar dan pergi.

    "Konsep untuk pasar sore Ramadan ini memang drive thru, agar jalanan juga tak terlalu macet," ujar panitia yang juga Ketua Pimpinan Ranting Muhammadyah Nitikan Dwi Kuswantoro ditemui dipeluncuran Pasar Sore Ramadan Nitikan Kamis 17 Mei 2018.

    Untuk mendukung konsep drive thru di pasar itu, panitia pun selalu mengarahkan agar menu yang dijual sifatnya berupa jajanan yang tak harus makan ditempat.

    Jajanan di pasar sore ramadan Nitikan itu kesehariannya bisa ditemui di pasar tradisional. Seperti kue putu ayu, dadar gulung, lemper, lumpia rebung, arem-arem, es Kelapa muda, kolak roti, hingga pecel bakmi.

    "Ramadan kemarin 9tahun lalu) omzet pasar ini sebulan Rp 3 miliar, kami targetkan Ramadan ini bisa meningkat dengan bertambahnya pedagang yang ikut," ujar Dwi. Total ada 200 lebih pedagang ikut berjualan di tempat itu.

    Dwi menuturkan pasar sore ramadan ini sebagai upaya menggerakkan perekonomian masyarakat ekonomi kecil menengah di Yogya.

    Seorang pedagang di Pasar Sore Nitikan, Annisa Dewi, 24 mengakui sudah ikut membantu ibunya berjualan di pasar itu sejak kali pertama diluncurkan. "Omsetnya lumayan, dua jam jualan bisa dapat Rp 500 ribu," ujar perempuan yang masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi swasta di Yogya itu.

    Annisa menuturkan dengan berjualan di pasar sore itu, warga asal kampung Prawirodirjan Gondomanan Yogya itu bisa ikut membantu ibunya membiayai kuliahnya. "Meskipun lumayan jauh pasar ini dari rumah, tapi karena menguntungkan ya dilakoni saja, namanya membantu orang tua," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.