Sabtu, 26 Mei 2018

Sopi Koli, Minuman Keakraban Masyarakat Maluku Barat Daya

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sopi Koli dan anggur masak, minuman khas Maluki Barat Daya, yang dipamerkan dalam Gebyar Wisata dan Budaya 2018 di JCC, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Sopi Koli dan anggur masak, minuman khas Maluki Barat Daya, yang dipamerkan dalam Gebyar Wisata dan Budaya 2018 di JCC, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei 2018. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada sebuah ritus unik saat pelancong datang ke Maluku Barat Daya: disambut minuman. Namun, bukan minuman sembarangan. Kuliner bernama sopi koli ini adalah sejenis arak yang dibikin dari koli atau aren.

    "Minuman itu adalah minuman adat," ujar Melki, pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Barat Daya, saat ditemui dalam acara Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara di Hall B, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Mei.

    Sopi menjadi simbol keakraban antara tuan rumah dan tamu yang datang. Selain sebagai penyambut, sopi dihidangkan untuk upacara-upacara lainnya. Secara khusus untuk ritual-ritual dengan suasana bahagia, seperti perkawinan adat.

    "Di Maluku, kami mengenal dua perkawinan. Ada perkawinan sipil dan adat," katanya. Dalam perkawinan adat itulah sopi koli dihidangkan.

    Sopi koli mengandung alkohol. Dalam kualitas yang baik, kadar alkoholnya mencapai 40 persen. Sopi terbaik diproses melewati beberapa kali penyulingan. Makin jernih sopi, makin tinggi kadar alkohol, makin bagus juga mutunya. Lantaran beralkohol cukup tinggi, biasanya, minuman itu hanya dikonsumsi oleh orang dewasa dan dalam jumlah yang terbatas.

    Bukan sekadar simbol keakraban, sopi memiliki peran penting sebagai roda penggerak mengepulnya asap dapur. Sebab, masyarakat setempat sebagian besar menggantungkan hidup dengan menjual sopi.

    Sopi bisa ditemukan di hampir semua wilayah Maluku Barat Daya, khususnya Pulau Kisar, Pulau Moa, Pulau Leti, dan Pulau Tepa. Bila ingin mencoba, pelancong bisa mengunjungi daerah-daerah tersebut. Namun tidak bisa dibawa sembarangan untuk oleh-oleh lantaran tergolong minuman beralkohol.

    Jika tak doyan minum sopi, mereka pinya alternatif minuman lain, yakni anggur masak. Anggur masak adalah sopi yang dicampur dengan rempah-rempah, gula pasir, air putih, dan nanas. Kadar alkoholnya hanya 10 persen dan rasanya manis. "Ibu-ibu yang tidak minum sopi biasanya minum ini," kata Melki.

    Artikel lain: Erupsi Merapi, Tip Bertahan di Gunung yang Tiba-tiba Meletus


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018

    Persatuan Bulu Tangkis Indonesia mengumumkan tim Indonesia yang akan berlaga di Piala Thomas dan Uber, digelar di Bangkok, Thailand, 20-27 Mei 2018.