Ayam Geprek Bu Rum Yogyakarta, Boleh Pesan Cabe Suka-suka

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepiring ayam geprek Bu Rum di Jalan Wulung Lor, Depok, Sleman. Tempo/Francisca Christy Rosana

    Sepiring ayam geprek Bu Rum di Jalan Wulung Lor, Depok, Sleman. Tempo/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kata orang, Yogyakarta alias Jogja adalah gudangnya kuliner murah. Pasalnya, di setiap tempat di kota ini, warung-warung makanan berat harga miring ala kantong mahasiswa dapat dijumpai. Salah satunya warung ayam geprek Bu Rum di Jalan Wulung Lor, Papringan, Depok, Sleman.

    Warung Bu Rum menjajakan nasi sayur lauk ayam geprek tepung. Sebelum hits kuliner geprek tepung kekinian, Bu Rum sudah menginisiasinya lebih dulu sejak 15 tahun lalu. “Saya sudah menjual ayam geprek tepung sejak 2003,” katanya kepada Tempo, Selasa, 24 April.

    Warung tersebut sebetulnya hanya berupa tenda kaki lima dengan kapasitas bangku tak lebih dari 50 orang. Namun warung ini begitu populer di kalangan mahasiswa Jogja. Sejak pagi pukul 07.00 hingga malam, lapak yang terbuat dari terpal itu selalu ramai pengunjung. 

    Tempo ikut mengantre pada Selasa, 24 April lalu dan terjawab mengapa warung Bu Rum begitu digandrungi mahasiswa, khususnya pecinta pedas.

    Mula-mula, pengunjung mengambil sendiri nasi, sayur, dan ayam pilihannya, seperti prasmanan. Banyak atau sedikit takaran nasi dan sayur yang dituang ke piring, harganya sama saja, yakni Rp 11 ribu untuk paket komplet. 

    Ayam yang disediakan beragam, seperti bagian sayap, paha, dan dada. Ukurannya sama besar. Seusai memilih, ayam akan dibawa ke meja ulek. Di sana, ayam goreng tepung ini bakal digeprek dengan jumlah cabai sesuai permintaan.

    Rata-rata, yang datang ke warung Bu Rum adalah pecinta pedas. Sebab, pengunjung yang mengantre umumnya meminta cabai lebih dari sepuluh. “Ada juga yang minta sampai 100 cabai, atau 125 cabai,” kata Bu Rum.

    Bu Rum mengenakan biaya tambahan untuk cabai yang jumlahnya berlebih. Untuk kelipatan 10 cabai, biasanya Bu Rum akan membebankan biaya tambahan sekitar Rp 1.000. Tergantung harga cabai di pasaran.

    Selain murah dan dapat meminta jumlah cabai sesuai dengan keinginan, rasa ayam geprek masakan Bu Rum memang istimewa. Takaran bumbunya pas. Gurih ayam tersebut terasa sampai tulang-tulangnya.

    Kulit ayam juga sangat renyah. Ketika disantap dengan cabai merah yang sudah lebur, nafsu makan pun meningkat seketika.

    Sampai suapan terakhir, keringat akan mengalir deras. Tak heran ketika makan di tempat, pengunjung akan menyaksikan tamu-tamu lain beradu ekspresi kepedasan.

    Selain bisa dijumpai di Jalan Wulung, warung geprek Bu Rum bisa ditemukan di enam cabang. Di antaranya di Jalan Wonosari, di Kios Mrican Jalan Mrica Baru, Warung PKL Mrican, dan Lembah UGM.

    Artikel lain: Sekolah Hogwarts Jadi Tempat Syuting Avengers: Infinity


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.